Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi 2014 Kisaran 6,4-6,9 Persen

  • Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Tempo
    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak bisa berbuat banyak jika PT Freeport Indonesia tetap menolak menyetor dividen. Alasannya, suara pemerintah dalam rapat umum pemegang saham sangat kecil dibandingkan pemegang saham lainnya. (Baca: Freeport dan PLN Belum Setor Dividen) …

  • Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Merdeka.com
    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    MERDEKA.COM. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan data terbaru mengenai utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2014, utang luar negeri Indonesia tembus USD 272,1 miliar atau setara dengan Rp 3107,4 triliun. utang ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral sebesar USD 129 miliar serta utang luar negeri swasta sebesar USD 143 miliar. ... …

  • IHSG Ditutup Naik ke Posisi 4.897 Poin

    Antara

    Jakarta (Antara) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, ditutup melanjutkan penguatannya ke posisi 4.897 seiring dengan ekspektasi kinerja emiten kuartal I tahun ini positif. IHSG BEI naik sebesar 24,04 poin atau 0,49 persen ke posisi 4.897,05. Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat sebesar 6,18 poin (0,75 persen) ke level 829,60. ... …

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 ditetapkan pada kisaran 6,4 persen - 6,9 persen.

"Proyeksi perekonomian nasional pada tahun 2014 akan sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global," ujarnya dalam rapat paripurna DPR RI membahas pendahuluan APBN 2014 di Jakarta, Senin.

Menurut Armida, target pertumbuhan tersebut lebih rendah dari asumsi dalam RPJMN 2009-2014 yaitu sebesar 7 persen - 7,7 persen, karena masih terjadi perlambatan perekonomian global.

Untuk itu, pencapaian target pertumbuhan ekonomi dalam APBN, masih didukung oleh konsumsi domestik, laju investasi dan kinerja sektor ekspor yang mulai membaik.

"Sasaran tersebut didorong konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh tinggi, laju investasi yang tetap kuat dan membaiknya neraca perdagangan," katanya.

Armida menambahkan asumsi makro lainnya pada 2014 yaitu laju inflasi ditetapkan pada kisaran 3,5 persen - 5,5 persen, nilai tukar rupiah Rp9.600 - Rp9.800 per dolar AS dan tingkat bunga SPN 3 bulan 4,5 persen - 5,5 persen.

"Inflasi dikisaran 4,5 persen plus minus satu persen untuk menjaga tingkat konsumsi masyarakat, dan nantinya didukung pasokan serta distribusi barang," katanya.

Sementara, harga ICP minyak ditetapkan pada kisaran 100 dolar AS-115 dolar AS per barel, lifting minyak diperkirakan pada angka 900.000 barel-930.000 barel per hari, serta lifting gas 1.250-1.325 ribu barel per hari setara minyak.

"Kinerja 2014 masih dijumpai risiko geopolitik yang meningkatkan harga minyak dunia. Selain itu lifting minyak dan gas sedikit meningkat, karena sumur minyak yang mulai berproduksi," katanya.

Armida menambahkan dengan perkiraan kondisi makro tersebut kebijakan defisit nasional pada 2014 akan ditetapkan pada kisaran 1,7 persen-2,3 persen terhadap PDB.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...