Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi 2014 Kisaran 6,4-6,9 Persen

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Antara
    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Yogyakarta (Antara)- Pemerintahan baru mendatang perlu menaikkan kembali harga bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap untuk mengurangi pembengkaan subsidi bahan bakar itu, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono. "Subsidi sulit dihilangkan sama sekali. Yang bisa dilakukan adalah secara bertahap dikurangi," kata Tony di Yogyakarta, Selasa. Ia merekomendasikan kenaikan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan dengan menaikkan harga dengan kisaran Rp1.000-Rp1.500 …

  • DPR dukung sikap presiden gagalkan rencana akuisisi BTN

    DPR dukung sikap presiden gagalkan rencana akuisisi BTN

    Merdeka.com
    DPR dukung sikap presiden gagalkan rencana akuisisi BTN

    MERDEKA.COM. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui sekretariat kabinet yang meminta penundaan rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara (BTN) oleh PT Bank Mandiri.Anggota DPR Komisi XI, Poempida Hidayatullah, justru khawatir, bila rencana ini diteruskan, karyawan BTN bakal jadi korban."Bagus sekali edaran itu. Terdapat ribuan karyawan BTN se-Indonesia yang berpotensi menganggur jika akuisisi ini dilakukan. Hal ini tidak sejalan …

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 ditetapkan pada kisaran 6,4 persen - 6,9 persen.

"Proyeksi perekonomian nasional pada tahun 2014 akan sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global," ujarnya dalam rapat paripurna DPR RI membahas pendahuluan APBN 2014 di Jakarta, Senin.

Menurut Armida, target pertumbuhan tersebut lebih rendah dari asumsi dalam RPJMN 2009-2014 yaitu sebesar 7 persen - 7,7 persen, karena masih terjadi perlambatan perekonomian global.

Untuk itu, pencapaian target pertumbuhan ekonomi dalam APBN, masih didukung oleh konsumsi domestik, laju investasi dan kinerja sektor ekspor yang mulai membaik.

"Sasaran tersebut didorong konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh tinggi, laju investasi yang tetap kuat dan membaiknya neraca perdagangan," katanya.

Armida menambahkan asumsi makro lainnya pada 2014 yaitu laju inflasi ditetapkan pada kisaran 3,5 persen - 5,5 persen, nilai tukar rupiah Rp9.600 - Rp9.800 per dolar AS dan tingkat bunga SPN 3 bulan 4,5 persen - 5,5 persen.

"Inflasi dikisaran 4,5 persen plus minus satu persen untuk menjaga tingkat konsumsi masyarakat, dan nantinya didukung pasokan serta distribusi barang," katanya.

Sementara, harga ICP minyak ditetapkan pada kisaran 100 dolar AS-115 dolar AS per barel, lifting minyak diperkirakan pada angka 900.000 barel-930.000 barel per hari, serta lifting gas 1.250-1.325 ribu barel per hari setara minyak.

"Kinerja 2014 masih dijumpai risiko geopolitik yang meningkatkan harga minyak dunia. Selain itu lifting minyak dan gas sedikit meningkat, karena sumur minyak yang mulai berproduksi," katanya.

Armida menambahkan dengan perkiraan kondisi makro tersebut kebijakan defisit nasional pada 2014 akan ditetapkan pada kisaran 1,7 persen-2,3 persen terhadap PDB.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...