Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi 2014 Kisaran 6,4-6,9 Persen

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 ditetapkan pada kisaran 6,4 persen - 6,9 persen.

"Proyeksi perekonomian nasional pada tahun 2014 akan sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global," ujarnya dalam rapat paripurna DPR RI membahas pendahuluan APBN 2014 di Jakarta, Senin.

Menurut Armida, target pertumbuhan tersebut lebih rendah dari asumsi dalam RPJMN 2009-2014 yaitu sebesar 7 persen - 7,7 persen, karena masih terjadi perlambatan perekonomian global.

Untuk itu, pencapaian target pertumbuhan ekonomi dalam APBN, masih didukung oleh konsumsi domestik, laju investasi dan kinerja sektor ekspor yang mulai membaik.

"Sasaran tersebut didorong konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh tinggi, laju investasi yang tetap kuat dan membaiknya neraca perdagangan," katanya.

Armida menambahkan asumsi makro lainnya pada 2014 yaitu laju inflasi ditetapkan pada kisaran 3,5 persen - 5,5 persen, nilai tukar rupiah Rp9.600 - Rp9.800 per dolar AS dan tingkat bunga SPN 3 bulan 4,5 persen - 5,5 persen.

"Inflasi dikisaran 4,5 persen plus minus satu persen untuk menjaga tingkat konsumsi masyarakat, dan nantinya didukung pasokan serta distribusi barang," katanya.

Sementara, harga ICP minyak ditetapkan pada kisaran 100 dolar AS-115 dolar AS per barel, lifting minyak diperkirakan pada angka 900.000 barel-930.000 barel per hari, serta lifting gas 1.250-1.325 ribu barel per hari setara minyak.

"Kinerja 2014 masih dijumpai risiko geopolitik yang meningkatkan harga minyak dunia. Selain itu lifting minyak dan gas sedikit meningkat, karena sumur minyak yang mulai berproduksi," katanya.

Armida menambahkan dengan perkiraan kondisi makro tersebut kebijakan defisit nasional pada 2014 akan ditetapkan pada kisaran 1,7 persen-2,3 persen terhadap PDB.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler