Bappenas petakan kontribusi produksi dan pengeluaran capai target 2023

Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Taufik Hanafi menyatakan pihaknya telah memetakan kontribusi dari sisi produksi dan pengeluaran terhadap target pertumbuhan ekonomi 2023 sebesar 5,3 persen sampai 5,9 persen.

“Kontribusi dari sisi produksi dan pengeluaran telah diidentifikasi sasaran-sasarannya termasuk industri pengolahan, pertanian, perdagangan dan sebagainya,” katanya dalam Rapat bersama Banggar DPR RI di Jakarta, Rabu.

Target pertumbuhan tahun depan akan didorong oleh Produk Domestik Bruto (PDB) dari sisi produksi dan pengeluaran yang secara rinci dari sisi produksi meliputi industri pengolahan 5,4-6 persen, perdagangan 5-5,6 persen serta informasi dan komunikasi 7,8-8,3 persen.

Kemudian penyediaan akomodasi dan makan minum 6,6-7,3 persen, konstruksi 6,3-6,9 persen, pertambangan 3,2-3,5 persen serta pertanian, kehutanan dan perikanan 4-4,2 persen.

Sementara dari sisi PDB pengeluaran meliputi konsumsi rumah tangga dan konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) 4,9-5,5 persen, konsumsi pemerintah 0,6-1,2 persen, investasi 6,1-6,7 persen, ekspor barang dan jasa 6,8-8 persen serta impor barang dan jasa 6,6-7,8 persen.

Taufik menuturkan target pertumbuhan ekonomi 5,3-5,9 persen tersebut masuk dalam sasaran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023 yang bertema Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.

Untuk aspek produktivitas di dalamnya termasuk revitalisasi industri dan penguatan riset terapan, mendorong pemulihan dunia usaha, pembangunan ibu kota negara serta infrastruktur digital dan konektivitas.

Sedangkan yang terkait inklusif adalah percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan kesehatan, penanggulangan pengangguran serta percepatan pembangunan infrastruktur.

Tak hanya pertumbuhan ekonomi, sasaran RKP 2023 juga terdiri atas tingkat pengangguran terbuka 5,3-6 persen, rasio gini 0,375-0,378 serta penurunan emisi gas rumah kaca 27,02 persen.

Selanjutnya, indeks pembangunan manusia 73,31-73,49, tingkat kemiskinan 7,5-8,5 persen, nilai tukar petani (NTP) 105-106, nilai tukar nelayan (NTN) 107-108.

Baca juga: DPR setujui tambahan Rp400 miliar untuk anggaran 2023 Bappenas

Baca juga: Bappenas: Ekonomi RI perlu tumbuh 5,7 persen agar jadi negara maju

Baca juga: Bappenas: Ketersediaan air minum dan sanitasi syarat capai Visi 2045

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel