Bappenas Proyeksi Herd Immunity Dicapai pada Maret 2022, Ini Perhitungannya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa memproyeksikan kekebalan komunal atau herd immunity baru bisa dicapai pada Maret 2022 mendatang. Atau dalam waktu 15 bulan sejak penyuntikan vaksin Covid-19 pertama dilakukan pada Januari 2021 lalu.

"Dan mudah-mudahan apabila tidak ada aral melintang selama 15 bulan ke depan hitungan kita. Indonesia akan mencapai herd imunity pada bulan Maret tahun depan, InsyaAllah mudah-mudahan itu bisa kita sukseskan," katanya dalam acara konferensi pers virtual, Senin (22/2).

Bos Bappenas ini menjelaskan, proyeksi itu didasarkan oleh perhitungan secara matang yang dilakukan oleh Bappenas. Pertama, ialah dengan menekankan terhadap kesediaan vaksin Covid-19 sendiri.

"Setidak-tidaknya berdasarkan jumlah hitungan dari vaksin yang sudah confrom sekitar 428 juta lebih. Vaksin yang sudah di confrom itu untuk disuntikan kepada 180 juta penduduk Indonesia yang di atas usia 18 tahun," terangnya.

Selanjutnya, Bappenas juga telah menjalin sinergi bersama sejumlah pakar yang terdiri dari ahli epidemiologi, ahli imunologi dan stakeholders lainnya. Menurutnya, kolaborasi ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pelaksanaan vaksinasi di berbagai wilayah Indonesia.

"Sehingga, dengan demikian kita bisa (melakukan) hammering. Jadi, hammering itu memalu ya, memukul dia (Covid-19) supaya turun laju pertambahan kasus (positif).

Terkahir, Bappenas juga aktif mengimbau setiap elemen masyarakat untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam segala aktivitas. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat manfaat vaksinasi Covid-19 dalam memutus mata rantai penyebaran virus mematikan asal China itu.

"Jadi, kita harus jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan, hindari kerumunan, dan kalau tidak perlu banget bisa kurangi mobilitas," tandasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Efikasi Vaksin Sinovac 65,3 Persen, Ini Strategi Indonesia Capai Herd Immunity

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan keamanan vaksin COVID-19 Sinovac sudah dipastikan BPOM di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/1/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan keamanan vaksin COVID-19 Sinovac sudah dipastikan BPOM di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/1/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Efikasi vaksin Sinovac di Indonesia sebesar 65,3 persen berdasarkan hasil analisis uji klinik fase 3 di Bandung, Jawa Barat. Angka ini berbeda dibanding hasil uji klinik di sejumlah negara, yakni efikasi vaksin Sinovac di Turki sebesar 91,25 persen dan Brasil 78 persen.

Lantas strategi apa yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity)? Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menegaskan, vaksin bukan satu-satunya jalan Indonesia mencapai kekebalan kelompok.

"Kita harus terus berusaha menemukan pencegahan COVID-19 dan memikirkan upaya untuk melindungi satu orang ke orang lain. Kami punya protokol kesehatan," kata Wiku saat sesi International Media Briefing di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

"Dan, penerapan protokol kesehatan dan penyuntikan vaksin ini sebagai upaya meningkatkan perlindungan kepada masyarakat. Tentunya, diharapkan membantu tercapainya herd immunity."

Terkait angka efikasi vaksin Sinovac, Wiku mengatakan, Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Analisis efikasi juga sudah dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dikeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use of Authorization/EUA).

"Kami telah menerima rekomendasi dari WHO, bahwa nilai efikasi vaksin COVID-19 Sinovac di atas 50 persen dapat diterima," kata Wiku menjawab pertanyaan media asing.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: