Bappenas: Revitalisasi industri dirgantara dorong capai Visi 2045

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan revitalisasi industri kedirgantaraan Indonesia menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas ekonomi dalam rangka mencapai Visi 2045.

“Dalam meningkatkan produktivitas ekonomi, kami berusaha memperkuat kemampuan dalam manufaktur yang maju. Ini mencakup revitalisasi industri kedirgantaraan Indonesia,” katanya dalam Development Ministerial Meeting Presidensi G20 RI yang diikuti Antara di Jakarta, Rabu.

Suharso menegaskan penting bagi Indonesia untuk mengembangkan industri kedirgantaraan yang dinamis dan berkelanjutan.

Baca juga: Menperin: Industri penerbangan tulang punggung transportasi nasional

Hal itu lantaran Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan tersebar di berbagai pulau sehingga harus difasilitasi pergerakannya agar dapat memberi nilai tambah bagi ekonomi.

Pada saat yang sama revitalisasi ini akan menciptakan lebih banyak peluang untuk industri pesawat terbang dan komponennya untuk tumbuh dan berkembang.

Menurutnya, revitalisasi industri kedirgantaraan akan mendorong industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar mengenai pesawat terbang maupun komponennya.

“Kami akan menggunakan kesempatan ini tidak hanya untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat namun juga mengembangkan kemampuan kami dalam memasok produk dan layanan dalam negeri dan global,” jelasnya.

Selain itu, revitalisasi industri kedirgantaraan turut memperbanyak kolaborasi dengan global mengenai pengetahuan dan pembuatan pesawat sehingga Indonesia berpotensi membuat pesawat yang lebih kompleks.

Baca juga: Bappenas: RI-anggota G20 tanda tangani MoU Kedirgantaraan sore ini

Suharso menambahkan, industri dirgantara dapat memfasilitasi transformasi sektor manufaktur Indonesia menjadi aktivitas bernilai tambah tinggi dan melibatkan internalnya ke dalam rantai nilai global.

“Ini dapat meningkatkan pangsa Indonesia dalam ekspor produk berteknologi tinggi,” tegasnya.