Bappenas: RI-anggota G20 tanda tangani MoU Kedirgantaraan sore ini

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan Pemerintah Indonesia bersama negara-negara anggota G20 akan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kedirgantaraan, guna peningkatan kapabilitas industri dirgantara dalam negeri.

"Sore nanti (Rabu, 7/9/2022) PT Dirgantara Indonesia bersama negara-negara tergabung G20 akan berkolaborasi dalam kedirgantaraan," kata Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti saat jumpa pers kegiatan sampingan G20 DMM (Development Ministerial Meeting) di Belitung, Rabu.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan mengatakan penandatangan kerja sama kedirgantaraan ini nantinya tentu akan memberi dampak untuk peningkatan kapabilitas industri dirgantara dalam negeri.

"Sore ini kami akan menandatangani dua kerja sama kedirgantaraan dengan Airbus," ujarnya.

Baca juga: Bappenas dan Dirgantara Indonesia gelar G20 DMM Side Event

Ia mengatakan salah satu fokus pembahasan dalam kegiatan sampingan G20 ini adalah skema kerja sama yang mampu menjamin pencapaian sasaran kemandirian dalam jangka panjang, juga sebagai terobosan baru sebagai potential strategic partners (mitra strategis potensial).

"Pemerintah Indonesia menilai, sinergi kebijakan sangat penting untuk mengakselerasi peningkatan kemandirian dan daya saing industri, terutama industri pertahanan dan industri kedirgantaraan nasional," katanya.

Menurut dia, penandatangan kerja sama ini merupakan kegiatan yang sangat komprehensif dari segi dirgantara karena akan mempertemukan berbagai stakeholder industri dirgantara di Indonesia.

"Seluruh wakil industri dirgantara baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta, berbagai perwakilan industri manufacturing, Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) dan industri penerbangan, bahkan sampai policy maker (pembuat kebijakan)-nya akan bertemu pada penandatangan kerja sama ini," katanya.

Baca juga: Implementasi ekonomi biru dan hijau jadi prioritas side event G20 DMM