Bappenas Tagih Janji Gubenur Benahi Citarum

TEMPO.CO, Bandung - Direktur Pengairan dan Irigasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) M. Donny Azdan mempertanyakan realisasi janji Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tentang pembenahan lahan kritis di hulu Sungai Citarum. Menurut dia, harus ada penanganan khusus terhadap lahan kritis di hulu sungai itu untuk mengurangi sedimentasi dan biaya normalisasi sungai. "Gubernur dulu pernah bilang kalau akan beli lahan itu, tapi sampai sekarang tidak dibeli," ujarnya di sela pameran foto tentang Sungai Citarum di ITB, Kamis, 21 Februari 2013.

Donny mengatakan lahan milik masyarakat itu berada di lereng dan dekat sungai. Saat ini, sebagian besar lahan tersebut dijadikan kebun sayur. Jika lahan-lahan itu dibeli, bisa dipulihkan fungsinya untuk tempat konservasi air dan tanah. Dengan begitu pendangkalan sungai dan risiko banjir bisa dikurangi.

Normalisasi Citarum oleh pemerintah pusat mulai dilakukan sejak 2009. Bappenas memilih Citarum dibanding sungai lain karena fungsinya lebih strategis dan potensi asetnya luar biasa. Sungai itu menjadi tumpuan warga Jawa Barat dan DKI Jakarta.  "Citarum sangat strategis dan harus dibereskan," ujarnya.

Saat ini, program pemulihan Citarum, yang ditangani Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), berfokus pada penanganan banjir. Sejumlah lahan di daerah Cienteung, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, telah dibebaskan untuk pembuatan polder atau kolam penampung air banjir. Saat ini juga akan dibangun polder baru lainnya di titik-titik pertemuan tiga anak sungai dengan Citarum, yaitu Cikapundung, Citarik, dan Cisangkuy. 

Tahun ini konsultan program tengah mencari lokasi dan menghitung luas ideal polder serta biaya pembebasan lahan masyarakat. Pembangunannya ditargetkan sudah berjalan pada 2014. Sambil menunggu polder baru, BBWSC berencana mengaktifkan situ atau danau yang rusak dan kehilangan fungsinya sebagai tempat penampungan air.

ANWAR SISWADI | SELLY ASTARI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.