Bappilu PDIP Ingatkan Kader Tak Terang-terangan Beri Dukungan Bakal Capres

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP Bambang Wuryanto mengatakan, apabila ada kader yang memberikan dukungan pada bakal calon capres, hal itu tidak boleh dibicarakan secara terbuka atau di forum formal, melainkan disimpan sebagai pendapat pribadi saja.

Bambang menyebut, sesuai amanat Kongres V PDIP, sepenuhnya keputusan untuk memilih capres-cawapres ada pada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Jadi daerah kalau punya keinginan pasti speak-speak pelan-pelan lah. Nggak mungkin kemudian kita kami dari DPD PDIP misanya Kalbar mengusulkan, ya enggak lah," kata Bambang pada wartawan, Senin (1/11/2021).

Bambang mengingatkan agar kader daerah tidak membicarakan dukungan untuk 2024 ke forum formal. "Yang kayak begitu pasti akan disampaikan ke forum-forum yang lebih informal," kata dia.

Sementara itu, terkait Rakernas PDIP yang akan digelar Desember mendatang, ia menyebut Rakernas bukan untuk memutuskan calon presiden atau calon wakil presiden yang akan diusung

"Jadi ada evaluasi kepada fraksi dan kemudian fraksi akan memaparkan roadmapnya sampai kepada Pileg Pilpresnya. Bahwa apakah itu nanti akan dibahas soal calon saya kira itu ibu ketum," pungkas Bambang.

PDIP: Jangan Membawa Kontestasi Pilpres 2024 Terlalu Awal, Kasihan Pak Jokowi

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berharap semua pihak masih fokus untuk menyelesaikan pandemi Covid-19 beserta dampaknya. Karena itu, dia mengingatkan kadernya untuk membantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"PDI Perjuangan mengapresiasi Presiden Jokowi yang langsung turun ke daerah-daerah. Karena itulah sinergi koneksitas dikedepankan. Seluruh tiga pilar Partai wajib bergerak seirama dengan Pemerintah guna membantu rakyat," kata Hasto usai Rakor Pra Rakernas DPP PDIP di Jakarta, Minggu 31 Oktober 2021.

Terkait Capres dan Cawapres yang diusung PDIP, dia mengingatkan itu semua keputusan berada di tangan Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri. Hasto pun mengingatkan untuk tak membawa kontestasi Pilpres 2024 ini di awal mengingat Presiden Jokowi tengah berjibaku menghadapi pandemi.

"Ibu Mega lah yang nanti memutuskan. Politik itu ada seni. Nanti ada momentumnya. Capres dan cawapres akan disampaikan pada momentum tepat. Apalagi dari survei, perhatian utama rakyat masih pada masalah perekonomian dan pandemi, bukan capres cawapres," kata dia.

"Jadi jangan membawa kontestasi terlalu awal, kasihan Presiden Jokowi. Karena Pak Jokowi sekarang, saat pandemi berhasil dikendalikan, beliau bergerak cepat ke seluruh wilayah Indonesia. Inilah yang direspon PDI Perjuangan," sambung Hasto.

Menurutnya, di Rakernas PDIP yang dimulai 1 sampai 3 Desember mendatang adalah menyiapkan kadernya untuk kepentingan kolektif bangsa dan negara. Sehingga, untuk urusan Pilpres semua dikembalikan di tangan Megawati.

Menuruy Hasto, Megawati justru memberi perhatian pada bagaimana seluruh jajaran PDIP bergerak cepat, memproses hal-hal yang strategis terkait dengan konsolidasi partai. Dan utamanya saat ini adalah bagaimana sinergitas-koneksitas seluruh jajaran partai untuk bergerak bersama pemerintah Jokowi dalam program recovery perekonomian rakyat.

"Khususnya setelah pandemi dan dalam menghadapi pandemi. Kemudian tentu kami juga mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk pemenangan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2024," jelas dia.

Infografis Polemik Jadwal Pemilu 2024

Infografis Polemik Jadwal Pemilu 2024 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Polemik Jadwal Pemilu 2024 (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel