Bar di Roma larang pembicaraan soal virus

·Bacaan 2 menit

Roma (AFP) - Semua pembicaraan tentang virus corona, penguncian atau virologi dilarang keras di sebuah bar.

Pesan tulisan tangan melalui poster itu dipajang di atas konter.

Di bar kecil di pinggiran Kota Roma tersebut, sang manajer berharap dapat memberi pelanggannya kelonggaran sejenak dari pandemi global sambil menikmati kopi.

"Kami sudah membicarakan hal yang sama selama berbulan-bulan, jadi kami memilih untuk meringankan suasana," kata manajer bar Feeling, Cristina Mattioli kepada AFP.

Sebagai negara Eropa pertama yang dilanda pandemi COVID-19, Italia dibayangi pandemi yang lebih lama dari kebanyakan negara, dan mengalami salah satu penguncian COVID-19 paling ketat.

Usai beberapa pekan yang getir selama musim panas, di mana kehidupan hampir kembali normal, pandemi kembali mendominasi segalanya, dengan kematian meningkat setiap harinya.

"Ini sama sekali bukan soal penolakan, atau tidak memahami kesulitan apa yang sedang dunia alami, namun hanya tentang memberi diri anda rehat sejenak," kata Mattioli.

Menurutnya, sebagian besar pelanggan di bar, yang dihiasi dengan kotak kayu berisi teh di dinding dan menawarkan varian sandwich dan kue kering itu, bereaksi positif terhadap larangan tersebut.

Bruna Piazza, seorang pelanggan tetap yang datang untuk membeli tiket lotre, merasa itu adalah ide yang luar biasa.

"Kami sudah muak dengan pembicaraan COVID, kami tidak tahan lagi, kemanapun kami pergi kami hanya membicarakan soal COVID," katanya.

"Saya senang berbicara apa saja kecuali itu (COVID), saya lebih tertarik berbicara tentang cuaca, atau selebritas."

Virus corona selalu hadir, dari pembersih tangan hingga masker yang dikenakan oleh semua orang yang tidak makan dan minum. Kafe itu sendiri harus tutup lebih awal, pukul 06.00 sore waktu setempat, sesuai instruksi pemerintah yang dimaksudkan untuk menekan tingkat infeksi.

Untuk membantu mengalihkan perhatian pengunjung, Mattioli memasang poster lain yang memberikan ide percakapan seperti sejarah dan budaya.

"Sebuah inisiatif yang bijaksana, saya bahkan akan bilang sangat diperlukan," tambah penata rambut Maurizio Ciocari, yang juga menjadi pelanggan kafe tersebut.

"Anda harus berhenti membicarakan itu, anda harus menyelesaikan masalahnya, bukan membicarakannya."

Sebagai penggemar rock'n'roll dengan rambut yang panjang, pria 63 tahun tersebut mengaku bahwa ia dengan mudah menemukan hal lain untuk dibahas: "Kami membahas semuanya. Saya, saya suka musik."

Lantas apa yang terjadi jika pelanggan mulai secara tidak sengaja membahas kurva eksponensial atau calon vaksin?

"Tidak ada sanksi, tetapi saya tunjukkan poster ke mereka," kata Mattioli (35) seraya tersenyum.

Tampaknya ia sedang merencanakan sesuatu - dua pelanggan baru mendengar soal inisiatif itu dan datang kepadanya untuk mengucapkan selamat.

"Manajer kafe lainnya di Trentino (di Italia utara) juga membuat poster yang sama, meski ia meminta izin saya dulu," tambahnya dengan bangga.