Bar 'makanan cepat saji' yang terbekukan abu Pompeii singkapkan kebiasaan ngemil bangsa Romawi

·Bacaan 2 menit

Roma (AFP) - Sebuah kios makanan cepat saji berusia 2.000 tahun yang digali dari abu Pompeii telah memberikan petunjuk baru kepada para peneliti mengenai kebiasaan ngemil bangsa Romawi kuno.

Konter bar makanan ringan berhiaskan pola polikrom dan dibekukan oleh abu vulkanik itu sebagian digali tahun lalu tapi arkeolog memperpanjang pekerjaan di situs tersebut guna mengungkapkan kemuliaan sepenuhnya.

Pompeii terkubur di lautan lahar yang mendidih ketika gunung berapi terdekat, Gunung Vesuvius, meletus pada 79 Masehi untuk menewaskan antara 2.000 sampai 15.000 orang.

Para arkeolog terus mendapatkan penemuan di sana.

Termopolium -dari bahasa Yunani "termos" untuk panas dan "poleo" untuk dijual- di persimpangan yang sibuk Silver Wedding Street dan Alley of Balconies, pada era Romawi yang setara dengan kedai makanan cepat saji.

Tim peneliti menemukan pecahan tulang bebek serta sisa-sisa babi, kambing, ikan, dan siput dalam pot gerabah. Beberapa bahan dimasak bersama seperti paella era Romawi.

Kacang fava yang dihancurkan yang dipakai untuk memodifikasi rasa anggur, ditemukan di dasar salah satu toples.

Konter itu tampaknya ditutup terburu-buru dan ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya yang mungkin karena terasanya gemuruh pertama letusan gunung api tersebut, kata Massimo Osanna, direktur jenderal di Taman Arkeologi Pompeii, kepada kantor berita Ansa.

Amphorae, menara air dan air mancur ditemukan di samping tulang belulang manusia, termasuk seorang pria yang diyakini berusia sekitar 50 tahun dan ditemukan di dekat tempat tidur anak.

"Ada kemungkinan seseorang, mungkin orang tertua, tetap tinggal dan tewas selama fase pertama letusan," kata Osanna kepada kantor berita Ansa.

Kerangka manusia lainnya juga ditemukan dan bisa jadi seorang pencuri atau orang yang melarikan diri dari letusan yang "dikejutkan oleh uap menyala tepat saat tangannya memegang tutup panci yang baru saja dia buka", tambah Osanna.

Pada tahap terakhir kerja mereka, para arkeolog menemukan sejumlah sajian yang masih segar, termasuk penggambaran hewan yang diyakini ada dalam menu, terutama bebek mallard dan ayam jago, untuk disajikan dengan anggur atau minuman panas.

Yang sebelumnya tersingkap adalah lukisan dinding dengan gambar bidadari Nereid yang menunggangi kuda laut dan gladiator-gladiator yang tengah bertarung.

"Selain menjadi saksi kehidupan sehari-hari di Pompeii, kemungkinan menganalisis data yang disajikan termopolium ini memang luar biasa karena untuk pertama kalinya kami menggali sebuah situs secara keseluruhan," kata Massimo Osanna, direktur jenderal Taman Arkeologi Pompeii.

Situs besar yang tersebar di area seluas sekita 44 hektar itu adalah peninggalan dari salah satu kota terkaya dalam kekaisaran Romawi. Lapisan abu mengubur banyak bangunan dan benda dalam keadaan hampir seperti aslinya, termasuk jenazah-jenazah korban letusan yang lagi meringkuk.

Pompeii adalah situs kedua yang paling banyak dikunjungi di Italia setelah Colisseum di Roma dan tahun lalu menarik sekitar empat juta wisatawan.


gab/at/cdw/har/rma/axn