Barang Bukti Kasus Ledakan di Banyumas Diperiksa ke Labfor

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, Jawa Tengah, masih menyelidiki kasus ledakan yang menewaskan seorang warga di Grumbul Leler RT 04 RW 01, Desa Randegan, Selasa (14/6).

"Jadi kemarin kami sudah sampaikan bahwa untuk perkembangan petasan, barang bukti yang ditemukan di TKP sedang dibawa ke Laboratorium Forensik dan kami tetap melanjutkan pemeriksaan," kata Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Edy Suranta Sitepu di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (17/6).

Oleh karena itu, Polresta Banyumas akan menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah Jawa Tengah, terkait dengan kandungan dari barang bukti yang disita dari tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, pihaknya masih menyelidiki dari mana barang-barang tersebut berasal. "Kalau lamanya (lama pemeriksaan, red.), nanti saya koordinasikan lagi," lanjutnya.

Menurut dia, tidak semua barang bukti yang ditemukan di TKP itu bisa dibawa ke Labfor sehingga sebagian disisihkan.

"Ada beberapa karung. Saya belum bisa sampaikan jenis-jenisnya karena menunggu dari Laboratorium Forensik ya, walaupun sudah disampaikan tetapi nanti tunggu resminya saja dari Labfor," terang Edy.

Dia mengakui jika ada sebagian barang bukti yang ditemukan di TKP itu selanjutnya dimusnahkan di bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Tugel.

Akan tetapi, dia belum bisa menjelaskan berapa banyak barang bukti yang dimusnahkan di Gunung Tugel.

"Untuk itu, nanti akan kami informasikan lebih lanjut karena itu kan nanti ada berita acara penyerahan kepada tim pemusnah," sambungnya.

Disinggung mengenai dugaan tujuan pembuatan bahan petasan tersebut mengingat saat sekarang bukan musim petasan, Kapolresta mengatakan karena pemiliknya meninggal dunia dalam ledakan tersebut, maka pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang mengetahui kegiatan korban, termasuk keluarganya.

"Seperti yang saya sampaikan kemarin bahwa korban ini kan membeli bahan-bahan dan kemudian meracik sendiri menjadi bahan-bahan petasan yang ada di dalam petasan. Itu yang kemudian meledak saat dia kerjakan," katanya.

Saat ditanya kemungkinan adanya indikasi bahan petasan itu untuk memenuhi kebutuhan kegiatan pertambangan, dia mengatakan tidak ada indikasi ke arah tersebut. "Tidak ada, untuk saat ini, sejauh ini tidak kami temukan," katanya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel