Barang Milik Negara di Hulu Migas Mencapai Rp577 Triliun, Ini Detailnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Barang Milik Negara (BMN) di hulu migas tercatat mengalami kenaikan dalam kurun lima tahun terakhir. Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara, Purnama T. Sianturi menyebutkan, total nilai aset berdasarkan neraca LKPP 2021 mencapai Rp577,71 triliun.

"Apabila kita melihat Barang Milik Negara hulu migas di neraca LKPP 2021 posisinya Rp577,7 triliun," ujar Purnama dalam konferensi pers virtual, Jumat (28/10).

Jumlah tersebut mencakup nilai tanah Rp32,61 triliun, harta benda modal Rp517,78 triliun, harta benda inventaris Rp0,13 triliun, dan material persediaan Rp27,18 triliun.

Dari komponen tersebut, Purnama menyampaikan bahwa selama 5 tahun terakhir, nilai aset pemerintah mengalami kenaikan khususnya pada tanah. Seiring dengan kenaikan tanah, maka menurut Purnama nilai aset pemerintah di hulu migas otomatis turut mengalami kenaikan.

"Ketika dilakukan penilaian harga tanah makin naik, maka meningkatlah nilai di dalam LKPP barang milik negara hulu migas," jelasnya.

Luas Tanah Dibeli Pemerintah

Purnama menyampaikan, luas tanah yang sudah dibeli pemerintah mencapai 32.298.34 hektare, dan nilai tanah yang paling tinggi ada di Pertamina Hulu Rokan.

Terdapat 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan nilai BMN terbesar yakni PT Pertamina Hulu Mahakam Rp62 triliun, PT Pertamina Hulu Rokan senilai RP59,64 triliun, Mobil Cepu Ltd Rp47,74 triliun, ConocoPhilips Ind. Inc. Ltd. senilai Rp42,13 triliun, dan PT Pertamina EP Rp41,09 triliun.

Selanjutnya Eni Muara Bakau B.V. senilai Rp38,18 triliun, Pertamina Hulu Energi ONWJ Ltd. senilai Rp23,53 triliun, ConocoPhilips (Grissik) Ltd. senilai Rp22,97 triliun, BP Tangguh LNG senilai Rp21,81 triliun, dan Eni Rast Sepinggan Ltd. senilai Rp17,48 triliun. [idr]