Barata Indonesia Gelontor Rp 784 Juta untuk UMKM di Jatim Saat Masa Pandemi

Liputan6.com, Jakarta - Ditengah pandemi COVID-29 yang melanda seluruh lapisan masyarakat, Barata Indonesia masih konsisten menggulirkan Program Kemitraan (PK) untuk memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah perusahaan. Program kemitraan PT Barata Indonesia (Persero) melalui unit PKBL yang telah bergulir sejak 2011.

"Program PKBL atau CSR (Corporate Social Responsibility) merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk ikut mengemban misi pemerintah sesuai dengan yang diamanatkan dalam undang-undang, yakni untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan," tutur Ketua Tim PKBL Barata Indonesia, Adelia Yudhia, Jumat (26/6/2020).

Adelia Yudhia menjelaskan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki kontribusi sebesar 60,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Untuk menjaga keberlangsungan hal ini, Barata Indonesia akan terus mendukung sektor UMKM melalui program kemitraan agar peran UMKM kembali mengeliat terutama di masa transisi new normal saat ini," katanya.

Tahun 2020 perusahaan menyalurkan seratus juta kepada sepuluh calon mitra binaan dalam bentuk pinjaman lunak untuk masyarakat pelaku usaha jenis home industry dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di wilayah perusahaan agar lebih berkembang dan produktif.

"Selain pinjaman pengembangan usaha dengan bunga 3 persen per tahun, Barata Indonesia juga melakukan pendampingan dan pembinaan pada UMKM melalui pelatihan pemasaran online untuk meningkatkan kualitas produk UMKM agar dapat bersaing di pasaran," ucapnya.

“Sebagai perusahaan BUMN, Barata Indonesia turut berkewajiban melaksanakan amanat Peraturan Menteri BUMN No. Per 05 / MBU/ 2007, mendorong pelaku UMKM di Indonesia untuk terus eksis apalagi di situasi seperti sekarang menangkap peluang dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat di dalam negeri," ujarnya.

Fasilitas Bantuan

PT Barata Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan nilai ekspor yang siginifkan (dok: Humas Barata)

Salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap mitra binaan ditengah kondisi pandemi ini adalah sinergitas dalam pemenuhan kebutuhan APD bagi tenaga medis di sejumlah faskes di sekitar perusahaan seperti Puskesmas Gending dan masker bagi masyarakat di sekitar kantor pusat dan cabang perusahaan.

"Fasilitas bantuan tersebut diproduksi langsung oleh pelaku UMKM yang menjadi mitra binaan Barata Indonesia," tuturnya.

Selain memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan membantu masyarakat, inisiasi program ini diharapkan mampu meringankan beban yang dihadapi mitra binaan Barata Indonesia dan sebagai bentuk gambaran sinergi yang solid antar kedua belah pihak.

"Sejak tahun 2011 hingga tahun 2019 Program Kemitraan yang telah disalurkan Barata Indonesia mencapai Rp 784 juta kepada 60 mitra binaan di enam wilayah, yakni Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Madura dan Lamongan. Dengan sektor usaha di bidang industri, perdagangan, perikanan, dan jasa," katanya.

Perusahaan berharap mitra binaan Barata Indonesia dapat terus mendukung keberlanjutan Progam Kemitraan ini. Karena sifatnya yang bergulir, pengembalian dana pinjaman (kolektabilitas) dari mitra binaan menjadi sangat penting karena nantinya akan disalurkan kembali kepada UMKM lain yang membutuhkan.

"Perusahaan juga berharap program ini dapat menyukseskan program Kementerian BUMN untuk terus memastikan UMKM tetap tumbuh dan produktif di tengah tantangan pandemi sehingga sinergi yang terjalin dapat berdampak langsung pada peningkatan roda perekonomian nasional," ucapnya.    

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: