Barcelona di Ambang Kebangkrutan

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 3 menit

VIVA – Pemilihan presiden Barcelona pada 7 Maret 2021 mendatang menjadi penentu masa depan klub asal Catalan ini. Selain terkait kontrak Lionel Messi yang akan berakhir akhir musim ini hingga ancaman kebangkrutan yang membayangi Barcelona.

Tiga kandidat: Joan Laporta, Victor Font dan Toni Freixa akan bersaing dalam pemilihan nanti. Ketiganya berbicara kepada BBC menguraikan rencana mereka. Dan masa depan Messi adalah salah satu topik yang dibahas.

Laporta Bakal Pertahankan Messi

"Kami akan memberinya tawaran yang menarik secara ekonomi. Saya tahu Messi tidak hanya memikirkan uang. Dia perlu tahu Barcelona bisa menawarkan dia kesempatan bermain di tim yang cukup kompetitif untuk juara turnamen seperti Liga Champions lagi," kata Laporta.

"Ini adalah prioritas saya dan saya akan melakukan yang terbaik sehingga kami bisa melanjutkan bab berikutnya dari hubungan cinta ini," lanjut Laporta seperti dilansir Marca, Selasa 23 Februari 2021.

Font: Messi Adalah Anugrah

Di sisi lain, Font juga ingin pemain Argentina itu tetap bertahan di Camp Nou. "Bagi kami, hubungan dengan Messi sangat strategis baik dalam jangka pendek maupun menengah, karena kami yakin mempertahankan Messi adalah kuncinya," kata Font.

“Memiliki pemain terbaik di dunia dan yang terbaik dalam sejarah di klub adalah anugerah. Jadi kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mempertahankannya. Tapi juga dari perspektif kelembagaan, penting untuk menemukan cara untuk menjaga hubungan ini di antara kami bahkan saat Messi pensiun," jelas Font.

"Messi sendiri telah memberi tahu kami bahwa dua tujuan ini dapat tercapai karena, terlepas dari peristiwa yang terjadi musim panas lalu, dia selalu mengatakan dia akan senang pensiun di Barcelona dan dia bahkan memberi tahu kami apa yang dia butuhkan agar ini terjadi, yang mana adalah proyek yang kompetitif," tambah Font.

"Dia bahkan mengatakan bahwa dalam jangka panjang dia ingin dikaitkan dengan klub dan dia ingin tinggal di sini di Barcelona bersama keluarganya, jadi saya percaya kami memiliki semua bahan untuk mewujudkannya. Kami harus kreatif," lanjut Font.

Tidak Mau Jor-joran

Sementara itu, Freixa sedikit lebih menahan diri terkait isu kontrak Messi. Dia hanya akan menawarkan angka yang menurutnya tepat, mengingat masalah klub di luar lapangan yang sedang membelit imbas Pandemi COVID-19.

"Messi adalah pemain terbaik dalam sejarah sepakbola dan kami akan bangga dia tetap bersama kami selama sisa karirnya. Namun, kami tahu bahwa kontraknya berakhir pada akhir musim, jadi kami harus bisa menawarkannya kerangka kerja yang bagus," kata Freixa.

"Harus ada atmosfer yang baik dan kesepakatan yang memiliki kondisi ekonomi yang berkelanjutan. Jadi kami berharap untuk duduk bersamanya dan menawarkan persyaratan yang akan membuatnya memutuskan untuk tinggal bersama klub untuk waktu yang lama," jelas Freixa.

"Kami optimis akan dapat mengandalkannya untuk masa depan. Kami yakin dia menyadari situasinya. di klub, jadi kami berharap tidak akan sulit untuk mencapai kesepakatan."

Barcelona di Ambang Kebangkrutan

Selain isu soal Messi, ketiga kandidat juga sadar bahwa Azulgrana sedang menghadapi kesulitan finansial dan ada tindakan yang harus diambil. "Barcelona, ??seperti kebanyakan klub di Eropa, sedang mengalami masa sulit secara ekonomi," kata Laporta.

"Rencana kami adalah bekerja keras untuk membalikkan situasi ini. Kami perlu mengontrol pengeluaran, merestrukturisasi hutang dan menghasilkan pendapatan baru. Dalam sepakbola sekarang ini ada peluang yang sangat besar dan kami memiliki tim yang dapat memastikan Barcelona menjadi salah satu klub dengan pengelolaan terbaik di dunia sepakbola."

Font melangkah lebih jauh, mengakui bahwa klub hampir bangkrut. “Secara teknis kami di ambang kebangkrutan. Kami berhutang banyak uang dan sebagian besar dari itu adalah hutang jangka pendek. Kami berisiko kehilangan sifat yang sangat unik, yaitu kepemilikan klub oleh 150.000 anggota."

Hutang Tinggi Barcelona

Di sisi lain, Freixa lebih santai saat membahas tentang kondisi keuangan klub, mengatakan bahwa dia telah melihat semuanya sebelumnya. "Barcelona berada pada titik kritis, tetapi itu tidak berbeda dengan situasi sebelumnya yang kami alami," kata Freixa.

"Ketika saya bergabung dengan dewan pengurus klub pada 2010 di bawah Sandro Rosell, kami menemukan klub memiliki pendapatan 400 juta euro dan hutang 560 juta euro," jelas Freixa.

"Kami bisa mengatasi situasi saat itu dan sekarang kami harus melakukan hal yang sama. Kami perlu mengurangi pengeluaran kami, terutama gaji dan kami harus menegosiasikan ulang hutang kami," tambahnya.