Barcelona Lagi Pusing Kejar Martinez, Eh Ada Striker yang Tebar Pesona

Satria Permana

VIVA – Barcelona sedang berpikir keras untuk bisa mendatangkan striker muda milik Inter Milan, Lautaro Martinez. Mereka begitu mengidamkan Martinez, tapi terganjal harganya yang terlampau mahal.

Kalau mau merekrut Martinez, Barca wajib mengeluarkan uang senilai €111 juta atau setara Rp1,8 triliun. Uang sebesar itu, tak dimiliki Barca sekarang.

Sebab, mereka sedang mengalami krisis keuangan akibat pandemi virus corona COVID-19. Jangankan buat beli Martinez, gaji pemain saja sudah dipotong oleh manajemen Barca. Di sisi lain, Martinez sedang berupaya menghindari negosiasi perpanjangan kontrak dengan Inter dengan harapan dijual ke Azulgrana.

Opsi tukar guling sudah dipikirkan oleh Barca. Tapi, manajemen Inter berat menerima pemain-pemain yang ditawarkan Barca demi mendapatkan Martinez.

Dalam kondisi yang membingungkan, Barca sebenarnya punya opsi masuk akal. Adalah Raul Jimenez, striker Wolverhampton Wanderers, yang bisa saja direkrut oleh Barca.

Harga Jimenez tentunya lebih murah. Terlebih, performa Jimenez sedang melesat di musim ini. Sudah 22 gol dan 10 assist yang dicetak Jimenez dalam 44 penampilannya bersama Wolves di semua kompetisi musim ini.

Pemain Wolverhampton Wanderers rayakan gol Raul Jimenez.

Bagaimana Barca? Opsi cadangan menarik bukan? Yang jadi masalah, usia striker asal Meksiko itu sudah tak lagi muda. Jimenez sudah memasuki 28 tahun.

Sebenarnya, Barca bukan tak melirik Jimenez. Mereka sudah memantaunya. Namun, Barca memilih untuk pasif dalam perburuan Jimenez.

"Ada isu menyebutkan saya akan gabung ke Real Madrid, Chelsea, Manchester United, Barca, dan Arsenal. Setiap hari, pasti ada saja klub baru yang dikaitkan dengan saya," kata Jimenez dilansir ESPN.

"Kalau tawaran datang dari klub sekelas Madrid atau Barca, ini kesempatan besar yang tak bisa disia-siakan. Tapi, saya harus kalem. Mereka bicara terkait saya, karena hasil pekerjaan musim ini luar biasa," lanjutnya.

Jimenez sebenarnya sudah punya ide soal masa depannya. Bertahan di Premier League menjadi ide terbaik baginya. Sebab, iklim sepakbola Inggris sudah begitu akrab dengan Jimenez.

"Namun, bicara soal titel di kompetisi, sangat sulit. Saat ini, kami fokus di Liga Europa karena sudah tembus babak 16 besar," terang Jimenez.