Barcelona Mencekam, 1 Kaki Pijak Jurang Kebangkrutan

Robbi Yanto
·Bacaan 1 menit

VIVABarcelona dikabarkan telah meminta sejumlah bank dan perusahan dana investasi untuk menunda pembayaran utang mereka.

Barca disebut tak mampu membayar, sehingga mengajukan permohonan itu untuk menghindari kebangkrutan.

Menurut laporan El Confidencial via Football Espana, Barcelona telah meminta dispensasi dari Goldman Sachs, Allianz, Barings, Amundi dan Prudential karena mengalami masalah finansial.

Penyebabnya tak lain karena pandemi virus Corona. Digelarnya kompetisi tanpa adanya penonton membuat Barca tak mendapatkan pemasukan dari tiket dan merchandise tim yang biasanya bernilai £178 juta.

Sementara Barca memiliki modal kerja negatif £535 juta dan memiliki utang sebesar £89 jut euro yang mereka minta untuk ditunda.

Pada awal musim 2019-2020, Barcelona sempat berharap menjadi klub pertama yang memecahkan pendapatan £1 miliar dalam satu musim, namun angka itu terhempas oleh pandemi COVID-19.

Dan Oktober 2020, Barca mengumumkan bahwa utang klub telah berlipat ganda karena krisis,

Marca mengungkapkan bahwa utang klub telah meroket dari £193 juta menjadi £434 juta dalam waktu 12 bulan, dari Juni 2019 hingga Juni 2020.

Akibatnya, klub telah melakukan pemotongan gaji pada skuad tim utama dalam upaya untuk mengurangi tagihan gaji.

Selain itu, Barca juga menjual sejumlah pemain seperti Nelson Semedo, Arthur, Ivan Rakitic, Marc Cucurella, dan Luis Suarez.

Sementara itu, Presiden klub sementara Carlos Tusquets membongkar situasi timnya kepada stasiun radio Catalan RAC1 dengan kutipan yang dimuat secara lengkap oleh Marca.

Dia mengatakan Bara tidak dapat membayar pemain untuk gaji Januari yang telah disepakati sebelumnya