Barcelona 'Tantang' UEFA soal Larangan Lampu Pelangi di Piala Eropa

·Bacaan 1 menit

VIVA – Hubungan antara Barcelona dan UEFA yang renggang imbas rencana Liga Super Eropa, tampaknya saat ini tidak kunjung membaik. Ini setelah tim media sosial Barcelona disinyalir 'menantang' UEFA terkait kebijakan yang mereka keluarkan.

Pada Selasa kemarin, UEFA selaku penyelenggara Piala Eropa 2020 menolak ide pemerintah kota Munich yang ingin menyalakan lampu warna pelangi simbol LGBT di pertandingan Jerman kontra Hungaria. UEFA ingin bersikap netral.

Sebelumnya, wali kota Munich, Dieter Reiter, menginginkan Allianz Arena menyalakan lampu warna pelangi di laga Jerman kontra Hungaria untuk mengirim solidaritas nyata kepada komunitas lesbian, gay, bieseksual, dan transgender (LGBT) di Hungaria.

Itu karena pemerintah sayap kanan Hungaria telah mengesahkan undang-undang yang melarang promosi homoseksualitas kepada anak di bawah umur, serta melarang program atau materi pendidikan apa pun yang berhubungan dengan homoseksualitas.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto, mengklaim pada hari Senin kemarin, bahwa ide untuk menyalakan lampu warna pelangi di pertandingan Jerman vs Hungaria adalah sebuah agenda yang berbahaya.

Namun, Barcelona bergabung dengan para penolak dengan tweet yang menunjukkan dukungan mereka untuk bendera pelangi. Akun Twitter resmi Barcelona mentweet bendera pelangi bersama dengan lambang klub dan pesan "kebanggaan dan rasa hormat".

Bek senior Barcelona, Gerard Pique juga membagikan tweet klub, dengan menambahkan komentar "benar". Presiden Barcelona, Joan Laporta juga telah menyatakan dukungannya untuk pesan inklusivitas.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel