Barcelona Tidak Istimewakan Lionel Messi soal Rencana Pemotongan Gaji

Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVABarcelona menjadi salah klub raksasa Eropa yang akan melakukan kebijakan pemotongan gaji pemain. Meski sempat mendapat penolakan, namun akhirnya para pemain bersedia gajinya dipotong sebesar 30 persen.

Kendati kompetisi musim 2020/2021 tetap berjalan sesuai rencana, tapi hal tersebut tak lantas membuat El Barca terlepas dari permasalahan finansial. Mereka dilaporkan tetap melakukan kebijakan pemotongan gaji pemain untuk menyelamatkan klub dari ancaman kebangkrutan.

Pandemi COVID-19 masih menjadi salah satu alasan utama Barcelona memberlakukan kebijakan ini. Pihak manajemen berharap kebijakan pemotongan gaji pemain bisa menghemat pengeluaran sebesar 300 juta euro atau sekitar Rp5 triliun.

Kebijakan ini tentunya membuat publik penasaran apakah gaji sang megabintang, Lionel Messi, juga akan dipotong. Salah satu petinggi klub, Carles Tusquets, mengatakan, pihaknya menjamin jika Azulgrana tidak memberikan keistimewaan pada Messi.

"Kami sedang berupaya untuk segera menemukan kesepakatan (dengan para pemain) soal rencana pemotongan gaji. Ada kemauan dari mereka untuk melakukannya. Klub tidak ingin mengambil uang dari siapa pun," ujar Tusquets, seperti dikutip Diario AS, Selasa 3 November 2020.

"Klub hanya ingin menyesuaikan gaji mereka agar tetap bisa dibayar. Klub tidak bisa membuat kesepakatan ini hanya untuk Lionel Messi yang mungkin saja dapat sedikit perbedaan dari kebijakan ini. Tetapi, klub tidak akan membuat keputusan yang menguntungkan individu tertentu," ucapnya.

Saat ini, Messi memang menjadi pemain dengan gaji tertinggi di Barcelona. Megabintang asal Argentina itu mendapatkan upah sebesar 551 ribu euro atau sekitar Rp9,3 miliar per pekan.