Bareng RNI, PTPN III Garap Lahan Tebu Seluas 4.000 Ha

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebagai upaya transformasi industri gula nasional, Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III bersama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI sepakat melakukan kerja sama pengembangan lahan tebu di sejumlah wilayah operasional RNI Group dan PTPN Group.

Kerja sama RNI dan PTPN III diwujudkan melalui kesepakatan penandatanganan Nota Kesepahaman yang terselenggara pada 28 Oktober 2021 berlokasi di Kantor PTPN III Holding, Jakarta. Pengembangan lahan tebu kerja sama PTPN III dan RNI ini diantaranya berlokasi di perkebunan milik anak perusahaan PTPN III di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kabupaten Ngawi serta Malang – Jawa Timur, dengan potensi pengembangan seluas > 4.000 Hektar.

Mohammad Abdul Ghani, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengatakan bahwa PTPN sebagai BUMN yang berperan dalam menjaga ketahanan pangan (food security), memiliki tanggung jawab dalam mengimplementasikansalah satu dari 88 program prioritas strategis yang dicanangkan kementerian BUMN, yaitu mewujudkan swasembada gula konsumsi.

"Tanggung jawab kami dalam Klaster Perkebunan adalah menjaga ketahanan pangan nasional (food security) dan mewujudkan swasembada gula konsumsi, meningkatkan produktivitas tebu, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani," ungkap dia.

“Melalui sinergi antara PTPN III dan PT RNI ini maka diharapkan akan terbangun komitmen dan kekuatan sehingga tujuan dari peran masing-masing perusahaan dalam Klaster Perkebunan dan Klaster Pangan dapat segera terwujud," lanjutnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Transformasi Ekosistem Pangan

Ilustrasi tebu (iStock)
Ilustrasi tebu (iStock)

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi mengatakan kerja sama ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir untuk terus melakukan transformasi ekosistem pangan dan pada kesempatan ini komoditas gula sebagai bagian dari transformasi industri gula nasional.

"Sinergi ini wujud transformasi pangan pada komoditas gula, melalui optimalisasi lahan tebu dan peningkatan peran petani tebu rakyat sebagai bagian dari transformasi gula nasional," jelas Arief.

Arief melanjutkan peningkatan peran petani tebu rakyat pun juga sejalan dengan keinginan Menteri Erick untuk menjadikan Petani sebagai subject dalam mewujudkan transformasi pangan.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III (Persero), Abdul Ghani mengharapkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak dalam merealisasikan kerja sama ini.

“Kami mengharapkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak, yaitu PT RNI, PTPN VI dan PTPN VIII, untuk dapat terus bersinergi sehingga tujuan kerjasama sesuai ruang lingkup nota kesepahaman ini dapat terlaksana dan diimplementasikan,” tutup Ghani.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel