Bareskrim Endus Tersangka Kasus DNA Pro Sembunyikan Aset di Virgin Islands

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri telah menyita aset serta uang milik para tersangka kasus investasi bodong robot trading DNA Pro. Total yang disita mencapai Rp307.525.057.172 dan juga memblokir 64 rekening.

Kasubdit I Dit Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Yuldi Yusman mengatakan, ada beberapa transaksi yang dikirimkan ke luar negeri atas kasus investasi bodong tersebut.

"Untuk barang bukti ada diduga dari hasil tracing asset PPATK, ada beberapa transaksi yang dikirimkan ke luar negeri," kata Yuldi kepada wartawan, Jumat (27/5).

Yuldi menyebut, untuk transaksi yang dikirimkan ke luar negeri itu ada berada di satu tempat yakni di Virgin Island atau di

"Kalau untuk ke negara mana, itu ada satu yang Virgin Islands, tetapi sedang kita dalami," ujarnya.

Diketahui, Virgin Islands merupakan bagian dari 14 Teritori Seberang Laut Britania (British Overseas Territories) yang masuk ke dalam yuridiksi Britania Raya.

Virgin Islands juga sering disebut sebagai negara tax haven atau biasa dikenal sebagai daerah bebas pajak, atau yang dikenakan sangatlah rendah. Sehingga, cocok untuk mendirikan perusahaan offshore. Negara-negara surga pajak itu sering dipersepsikan negatif, hal ini dikarenakan kerap menawarkan kerahasiaan keuangan tingkat tinggi.

11 Tersangka

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri telah mengamankan sebanyak 11 orang terduga pelaku terkait kasus dugaan investasi bodong robot trading DNA Pro. Mereka yang diamankan tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut.

Diketahui, 11 orang tersebut yakni Direktur Utama PT DNA Pro Academy Daniel Piri alias Daniel Abe, Founder Rudi Kusuma, Robby Setiadi, Dedi Tumiadi, Yosua Trisutrisno, Franky Yulianto, Russel, Jerry Gunandar, Stefanus Richard, Hans Andre, dan Muhammad Asad.

"Ada 11 tersangka dan tiga tersangka masih dalam pencarian yang diduga ada di luar negeri," kata Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan kepada wartawan, Jumat (27/5).

Dari penangkapan 11 orang tersangka tersebut, polisi telah melakukan pemblokiran sebanyak 64 rekening. Tak hanya itu, penyidik juga melakukan penyitaan sejumlah aset dan uang dengan total sebesar Rp307.525.057.172.

"Uang tunai Rp112.525.057.172. Aset dan barang Rp195.000.000.000, emas 20 kg, 10 unit rumah, 1 unit Hotel di Jakarta Pusat, 2 unit Apartemen dan 14 unit Mobil yakni merek Ferrari, Alphard, Mustang, Lexus, BMW, Fortuner, Pajero, HRV dan Honda Brio," ujarnya.

Reporter: Nanda Perdana Putra/Liputan6.com [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel