Bareskrim Kirim Tim Selidiki Penyebab Kebakaran Kilang Minyak Balongan

Lis Yuliawati, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto mengerahkan tim untuk menyelidiki penyebab terbakarnya kilang minyak RU VI PT Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin dini hari, 29 Maret 2021.

“Kalabfor dan tim kita turunkan untuk olah TKP (tempat kejadian perkara) dan mencari penyebab kebakaran,” kata Agus saat dikonfirmasi wartawan.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim diturunkan untuk membantu Inafis Polda Jawa Barat dalam mendalami penyebab ledakan dan kebakaran di kilang minyak tersebut. “Iya, untuk back-up Inafis Polda," kata Argo.

Selain itu, personel Kepolisian dan TNI juga dikerahkan untuk melakukan pengamanan di lokasi kejadian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus membantu mengevakuasi warga. Hal itu mengingat, kobaran api yang hingga kini masih terjadi.

Petugas juga melakukan pemblokiran atau penutupan ruas jalan menuju lokasi sekitar kilang minyak Pertamina Balongan untuk mengantisipasi kejadian susulan.

Kilang minyak RU VI Pertamina Balongan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat meledak dan terbakar hebat Senin, 29 Maret 2021, pukul 00.20 WIB.

Data yang dihimpun di lapangan, dikabarkan ada 5 orang mengalami luka berat dan 15 orang luka ringan. Pemerintah Kabupaten Indramayu juga mencatat ada sekitar 200 warga mengungsi ke Pendopo Kabupaten Indramayu, 400 warga di Islamic Center Indramayu, dan 350 warga di GOR Perumahan Bumi Patra.

Kilang minyak RU VI Balongan merupakan salah satu kilang minyak terbesar dari 7 kilang yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero). Kilang minyak RU VI Balongan dibangun pada 1 September 1990 dan mulai beroperasi tahun 1994 hingga kini.

Kilang minyak RU VI Balongan tergolong kilang terbaru menerapkan teknologi, memiliki kapasitas produksi 125 ribu barel per hari (bph), mengolah minyak mentah dari Duri dan Dumai Provinsi Riau, menjadi produk minyak seperti Pertamax, Solar dan lainnya.

Belum diketahui pasti penyebab ledakan dan kebakaran, namun dugaan sementara karena sambaran petir. Sebab, saat kejadian sedang turun hujan deras disertai kilat dan petir.