Bareskrim Panggil Kepala BPOM Geger Gagal Ginjal Akut Tewaskan Anak-Anak

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Bareskrim Polri mengirimkan surat pemanggilan terhadap Kepala Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito, pada Senin (21/11) kemarin. Pemanggilan ini terkait dengan kasus gagal ginjal akut terhadap anak.

"Pada hari Jumat, 18 November 2022 tim penyidik Bareskrim Polri mengirimkan surat pemanggilan kepada Kepala BPOM RI pada hari Senin 21 November 2022 untuk diambil keterangannya sebagai saksi," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (22/11).

Secara terpisah, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengaku, pihaknya masih menunggu kepastian kapan waktu untuk memeriksa Kepala BPOM.

"Kita lagi nunggu kepastian waktunya, mungkin dalam minggu ini," ujar Pipit.

Jenderal bintang satu ini menyebut, pemanggilan untuk diperiksa itu sedianya dijadwalkan pada Rabu (23/11) besok. "Bukan (Senin). Kalau enggak Selasa, Rabu lah ya," sebutnya.

Namun, dirinya belum bisa memastikan apakah Penny akan diperiksa atau diklarifikasi terkait dengan kasus gagal ginjal akut atau tidak.

"(Dimintai klarifikasi terkait gagal ginjal) Belum. Nanti kita harus dalami dari bidang-bidang, jabatan-jabatan yang membidangi dulu," tutup Pipit.

Naik Penyidikan

Sebelumnya, Polisi mengebut pengusutan perkara kasus gagal ginjal akut diduga melibatkan perusahaan farmasi PT Afi Farma Pharmaceutical Industries (Afifarma). Pengusutan dilakukan polisi setelah menaikkan status penyelidikan perkara gagal ginjal akut menjadi penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara dilakukan hari ini.

"Terkait dengan penanganan kasus gagal ginjal akut anak, hari ini Bareskrim Polri telah gelar perkara dalam rangka meningkatkan status penyelidikan jadi penyidikan terhadap temuan produk obat PT AF," kata Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Selasa (1/11).

Nurul menjelaskan, penyidikan dilakukan Bareskrim Polri dengan mengamankan barang bukti dan memeriksa PT Afi Farma serta pemasok bahan baku obat sirop. Kemudian meminta klarifikasi BPOM terkait izin edar produsen obat.

"Tindak lanjutnya membuat mindik serta pengamanan barang bukti. Selanjutnya melakukan riksa dan cek terhadap produsen obat PT AF dan supplier bahan baku," kata Nurul. [rhm]