Bareskrim Periksa Direksi WanaArtha Life Terkait Kasus Penipuan

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memeriksa tiga direksi PT WanaArtha Life terkait penyidikan kasus dugaan penipuan dan pemalsuan data pemegang polis asuransi. Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi di Jakarta menyebutkan perkara tersebut telah dinaikkan ke tahap penyidikan, Sebanyak 60 saksi telah diperiksa, termasuk direksi PT WanaArtha Life.

"Saksi pemegang polis 40 orang diperiksa, saksi agen 14 orang, dan saksi direksi 3 orang," kata Whisnu dilansir Antara, Jumat (17/6).

Tidak hanya itu, lanjut dia, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi ahli untuk mengumpulkan bukti dalam perkara tersebut, yakni ahli asuransi, ahli korporasi, dan ahli ketenagakerjaan. Penyidik juga melakukan penggeledahan di Kantor WanaArtha dan memperoleh sejumlah barang bukti. Termasuk bukti digital yang saat ini sedang dianalisis.

"Penyidik telah melakukan penyitaan bukti polis, alat bukti digital, rekening koran, dan sebagainya. Selanjutnya, rencana tindak lanjut menggelar perkara penetapan tersangka," ujarnya.

Menurut dia, penyidik berencana menindaklanjuti kasus tersebut dengan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka terkait pelanggaran Pasal 75 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 mengenai penyampaian informasi tidak benar kepada pemegang polis.

"Pasal 76 terkait menggelapkan premi asuransi, dan Pasal 81 juncto Pasal 82 terkait Tindak Pidana Korporasi Asuransi," kata Whisnu.

Terpisah, Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol. Ma’mun membenarkan pihaknya telah meminta keterangan petinggi PT WanaArtha Life inisial YM dan DH sebagai saksi. Ia memastikan perkara tersebut sudah naik ke tahap penyidikan.

"Sudah sidik (penyidikan)," kata Ma'mun.

Mantan Direktur Keuangan dan Investasi WanaArtha Life Daniel Halim saat dimintai tanggapan terkait hal ini belum bersedia untuk memberikan komentar. Daniel mengatakan hal senada mengenai Financial Statement (FS) WanaArtha 2020 yang baru dipublikasikan beberapa hari belakangan.

"Saya mohon maaf belum bisa berkomentar apa pun. Saya teruskan ke corsec (corporate secretary) ya," kata Daniel.

Di kesempatan berbeda, Presiden Direktur WanaArtha Adi Yulistanto menerangkan bahwa jajaran direksi menyadari kalau transparansi dan akuntabilitas merupakan hal penting, khususnya terkait kondisi keuangan perusahaan. Karena prinsip inilah WanaArtha baru mempublikasikan Laporan Keuangan Tahun Buku 2020.

"Kami sebagai manajemen memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa nilai yang tercantum dalam laporan keuangan yang dimaksud telah sesuai dengan sebenarnya," kata Adi.

Adi mengatakan proses audit keuangan perusahaan kali ini akurat dan dapat dipertanggungjawabkan karena menggunakan auditor dan aktuaris independen. Dari hasil audit itu, kata Adi, pihaknya menemukan ada perbedaan signifikan antara aset dan liabilitas. Hal inilah yang menjadi penyebab risk based capital (RBC) WanaArtha Life di posisi (minus) -2.000 persen.

"Dari hasil audit, perbedaan ini disebabkan oleh biaya yang tinggi dan produk-produk yang risikonya sangat tinggi dengan biaya yang tinggi pula," ungkapnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel