Barisan Jenderal Bintang 3 Kopassus Aktif Tapi Tak Dapat Tugas di TNI

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 4 menit

VIVA – Bagi setiap prajurit TNI, menjalankan tugas adalah sebuah kehormatan tertinggi. Oleh sebab itu, setiap prajurit diwajibkan mampu bertugas di semua medan. Tak terkecuali bagi tiga orang Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat yang berasal dari satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Seperti yang diketahui, setiap anggota Kopassus mulai dari pangkat Tamtama hingga Perwira memiliki kemampuan tempur yang tinggi. Tentunya tak hanya itu. Sebab setiap anggota Kopassus juga dituntut memiliki kemampuan intelijen dan akademis yang sama baiknya.

Setelah menghabiskan waktunya di Korps Baret Merah, satuan tempur, hingga komando teritorial, ada tiga orang Pati TNI Angkatan Darat yang berasal dari Kopassus mendapatkan tugas baru di luar TNI.

Dirangkum VIVA Militer dari situs resmi TNI, berikut ini adalah tiga orang jenderal bintang atau Letnan Jenderal (Letjen) TNI yang masih aktif, namun tidak bertugas di TNI.

1. Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana

Lahir di Cimahi 5 Februari 1964, Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana adalah jebolan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1987. Meskipun merupakan anggota Kopassus, Ida Bagus Purwalaksana pernah berdinas di satuan tempur Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) dan komando teritorial.

Tercatat Ida Bagus pernah menduduki posisi sebagai Komandan Batalyon Lintas Udara (Danyon Linud) 328/Dirgahayu, dan Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara (Danbrigif Linud) 17/Kujang I Kostrad.

Sementara itu, jabatannya di komando teritorial meliputi Komandan Distrik Militer (Dandim) 0419/Tanjung Jabung, Asisten Operasi Kepala Staf Komando Daerah Militer (Asops Kasdam) VII/Wirabuana, hingga Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 163/Wira Satya.

Sejak 2014, Ida Bagus dipindah tugas ke luar lingkup TNI. Dimulai dengan menjabat sebagai Kepala Biro Tata Usaha Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Karo TU Setjen Kemenhan), Kepala Bagian Pendidikan dan Latihan Kemenhan (Kabadiklat Kemenhan), Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan (Dirjen Kuathan) Kemenhan, hingga pada 26 November 2019 hingga saat ini menduduki posisi sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenhan.

2. Letjen TNI Muhammad Herindra

Nama Letjen TNI Muhammad Herindra menjadi sorotan saat dipercaya menjadi orang nomor dua di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI), setelah Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto. Usai Prabowo dipercaya Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), untuk menjadi Menhan, Herindra muncul sebagai wakilnya.

Jauh sebelum menduduki jabatan tersebut, alumni lulusan terbaik Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1987 ini menghabiskan sebagian besar karier militernya di Kopassus.

Puncak karier pria kelahiran Magelang 30 November 1964 ini di Korps Baret Merah adalah saat menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus pada 2015 silam. Setelah itu, Herindra juga pernah menjabat sebagai Panglima Kodam III/Siliwangi periode 16 September 2016 hingga 27 Oktober 2017.

Pada 2018 lalu, Herindra berpindah tugas ke Markas Besar (Mabes) TNI sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) TNI, sebelum menduduki kursi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI pada 2020.

3. Letjen TNI Doni Monardo

Sosok Letjen TNI Doni Monardo adalah yang paling senior jika dibandingkan dengan Ida Bagus atau Herindra. Doni adalah lulusan AKABRI 1985, yang saat ini sudah memasuki masa dinas di tahun ke-36.

Seperti halnya Herindra, Doni juga merupakan mantan Danjen Kopassus. Doni adalah sosok senior yang lebih dulu menjadi orang nomor satu di Korps Baret Merah. Selain punya pengalaman berdinas di Kopassus, Doni juga pernah menjadi satuan tempur Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis/Garuda Nusantara di bawah kendali Kodam IX/Udayana, serta Komandan Brigade Infanteri Para Raidairan (Danbrigif PR) 3/Tri Budi Sakti.

Tak hanya itu, Doni juga memiliki pengalaman dalam satuan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Kariernya di Paspampres dimulai pada 2001, saat dipercaya menjabat sebagai Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Paspampres.

Tercatat, Doni juga pernah mengisi posisi sebagai Komandan Grup (Dangrup) A Paspampres, hingga menjadi Komandan Paspampres pada 2012. Setelah itu pada 2014, baru lah Doni diangkat menjadi Danjen Kopassus, sebagai suksesor Mayjen TNI Agus Sutomo.

Di komando teritorial, Doni juga sempat bertugas sebagai Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 061/Surya Kencana, Panglima Kodam (Pangdam) XVI/Pattimura dan Pangdam III/Siliwangi.

Sejak 2018, Doni mendapatkan tugas di luar TNI sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pertahanan Nasional (Sesjen Wantannas) hingga 2019. Setelah itu, Doni dipercaya untuk memegang peran sebagai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 9 Januari 2019 sampai saat ini.

Dalam setahun terakhir, nama Doni senantiasa jadi sorotan sejak pandemi Virus Corona (COVID-19) ikut menyerang Indonesia. Sebagai Kepala BNPB, Doni juga memiliki peranan penting dalam penanggulangan wabah COVID-19, yang menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia berada di posisi ke-20 dengan kasus infeksi terbanyak di dunia.