Barisan Massa Demokrat Ragu ke AHY, Minta Gelar KLB

Siti Ruqoyah, Vicky Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diminta mundur dari jabatannya oleh Barisan Massa Demokrat (BMD). Mereka juga meminta segera selenggarakan Kongres Luar biasa (KLB).

"Saya sebagai ketua umum (BMD) meminta semua jajaran untuk berkomunikasi kepada semua ketua DPC dan DPD seluruh Indonesia supaya hadir di KLB untuk memilih ketua umum Partai Demokrat yang baru yakni, Pak Moeldoko," ujar Ketua Umum BMD Supandi R Sugondo di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Maret 2021.

Supandi menyebut adanya politik dinasti yang kental dalam kepemimpinan SBY bahkan AHY dianggap masih disetir ayahnya, Soesilo Bambang Yudhoyono yang sebelumnya menjabat sebagai ketua umum.Sehingga dia mengklaim adanya krisis kepimpinan dan kepercayaan anggota kepada AHY. Dan AHY dianggap gagal dalam memimpin partai berlogo mercy itu.

Sebagai Ketua Umum AHY juga dinilai tidak mampu memimpin para kader. Mereka menilai, Demokrat akan makin hancur jika KLB tidak segera dilaksanakan.

"Kami sebagai sayap Partai Demokrat tidak mau melihat Partai Demokrat hancur," ujar Supandi.

Sebagai landasan itulah Seluruh anggota BMD diminta mendukung Moeldoko karena dinilai lebih cocok memimpin Demokrat ketimbang AHY.

"Kami BMD, meminta semua DPC dan DPD untuk hadir pada acara KLB untuk memilih ketua umum yang baru dengan niat baik untuk membesarkan Partai Demokrat," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat suara atas upaya kudeta yang menggoyang kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) oleh segelintir internal kader dan eksternal partai.

SBY menyebut isu kudeta sebagai ujian dan cobaan sejarah bagi Partai Demokrat yang sudah berusia 20 tahun.

"Ketika di bawah kepemimpinan AHY, dukungan rakyat terhadap Partai Demokrat terus meningkat, bagai halilintar di siang bolong, ada gerakan dan permufakatan jahat untuk merusak Partai Demokrat," kata SBY, dalam video yang diterima awak media, Rabu malam, 24 Februari 2021.