Barito Pacific Siapkan Belanja Modal Rp 112 Triliun dalam 5 Tahun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai USD 8 miliar, setara Rp 112 triliun (Kurs 14.009 per USD). Rencanaya, dana belanja modal merupakan akumulasi untuk pembiayaan proyek BRPT lima tahun mendatang.

Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Agus Salim Pangestu menuturkan, proyek-proyek tersebut di antaranya adalah proyek pembangkit listrik Jawa 9 & 10 dengan biaya sebesar USD 3,3 miliar.

Proyek ini dibiayai dengan pendanaan proyek terbatas jangka panjang yang kompetitif dengan basis rasio hutang terhadap ekuitas 75:25, sejalan dengan proyek ketenagalistrikan Indonesia.

"Barito ke depan (secara) kumulatif (untuk proyek) Jawa 9 & 10 maupun untuk CAP II, total capex kita lima tahun ke depan mencapai USD 8 miliar,” kata Agus dalam diskusi virtual, Sabtu (6/2/2021).

Adapun konstruksi proyek Jawa 9 & 10 telah dimulai sejak Oktober 2020. Sementara, perseroan melalui anak usaha PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) tengah mengembangkan kompleks petrokimia Chandra Asri Petrochemical II (CAP II) di Cilegon dengan luas lahan 200 hektar. Untuk proyek CAP II diketahui membutuhkan investasi hingga USD 5 miliar.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

Anak Usaha Barito Siap Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Grup Barito Pacific Tbk sebagai salah satu grup usaha yang memiliki komitmen besar untuk mendukung pemulihan ekonomi dalam negeri, menyampaikan kembali upayanya untuk terus mendukung terciptanya lapangan pekerjaan di Indonesia.

Anak usaha dari grup ini, Indo Raya Tenaga, telah siap menyerap sampai 10.000 tenaga kerja lokal dan nasional.

Menurut Presiden Direktur Barito Pacific, Agus Salim Pangestu, seluruh tenaga kerja itu akan diserap selama masa konstruksi perusahaan pembangkit listrik 2 x 1000 MW berteknologi mutakhir ultra super critical.

“Indo Raya Tenaga adalah proyek strategis nasional yang akan menyerap ribuan tenaga kerja, baik tenaga kerja biasa maupun tenaga kerja khusus seperti engineer. Kami harapkan terciptanya lapangan kerja baru ini dapat membawa dampak positif bagi pemulihan ekonomi Indonesia,” ujar Agus Salim Pangestu, Selasa (8/9/2020).

Penyerapan tenaga kerja baru ini selaras dengan strategi Presiden Joko Widodo untuk mencegah terjadinya PHK, yang telah disampaikan kepada para pelaku usaha di berbagai kesempatan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini