Barito Pacific tambah kepemilikan di aset geotermal

PT Barito Pacific Tbk menambah kepemilikannya atas aset operasional geotermal Wayang Windu, Salak dan Darajat dengan melakukan serangkaian transaksi yaitu pembelian 30 persen efektif kepemilikan saham di Star Energy Geothermal Pte. Ltd. (SEGPL) dan pembelian 30,25 persen saham di Star Phoenix Geothermal JV B.V. (SPG).

Rangkaian transaksi pembelian tersebut dilakukan oleh Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL) yang merupakan anak usaha Barito Pacific di unit usaha geotermal Star Energy Group.

Dengan rampungnya transaksi tersebut, kepemilikan efektif Barito Pacific atas aset operasional Wayang Windu meningkat dari 40 persen menjadi 60 persen serta kepemilikan efektif atas aset operasional Salak dan Darajat meningkat dari 34,5 persen menjadi 50,7 persen

"Penambahan kepemilikan ini sejalan dengan fokus kami pada sektor energi baru terbarukan yang merupakan bagian dari langkah kami untuk mendukung Indonesia mencapai tujuan net zero emission serta semakin mengukuhkan Barito Pacific sebagai salah satu perusahaan energi terdepan di Indonesia," kata Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk Agus Salim Pangestu dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Melalui investasinya di SEGPL dan SPG, Barito Pacific memiliki efektif kepemilikan di Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd. (SEGWW) dan Star Energy Geothermal (Salak – Darajat) B.V. (SEGSD).

SEGWW memiliki dan mengoperasikan PLTP Wayang Windu dengan total kapasitas terpasang 227 MW berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

SEGSD memiliki dan mengoperasikan PLTP Salak dan Darajat dengan total kapasitas terpasang 377 MW dan 271 MW berlokasi di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Barito Pacific menjalankan investasi di sektor energi baru terbarukan melalui PT Barito Renewables yang memiliki 100 persen saham di SEGHPL.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) adalah perusahaan energi terintegrasi yang berbasis di Indonesia dengan berbagai aset di sektor energi dan industri. Melalui Star Energy Geothermal, Barito Pacific mengoperasikan perusahaan panas bumi di Indonesia dengan total kapasitas 875 MW.

Bekerja sama dengan Indonesia Power, anak usaha yang sepenuhnya dimiliki PLN, Barito Pacific mengembangkan Jawa 9 &10, pembangkit listrik ultra super-critical 2 x 1.000 MW menggunakan teknologi yang disertai dengan efisiensi dan kinerja lingkungan yang tinggi.

Barito Pacific juga merupakan pemilik saham pengendali PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), sebagai perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi satu-satunya di Indonesia.


Baca juga: Bupati Bogor naikkan porsi bonus produksi untuk warga dari PLTP Salak
Baca juga: Chandra Asri raih investasi Rp24,65 triliun bangun komplek petrokimia
Baca juga: PLTP Salak target naikan produksi listrik hingga 390 MW