Barito Putera Lolos ke Perempat Final Piala Menpora, Bukti Kematangan Mental Pemain Muda

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Solo - Proses regenerasi pemain yang dilakukan manajemen PS Barito Putera sejak 2017 mulai menunjukkan hasil positif. Lolos ke babak perempat final Piala Menpora 2021 merupakan bukti nyata kematangan mental dan teknik para pemain muda.

Prestasi ini merupakan rapor terbaik yang diukir Laskar Antasari selama empat tahun terakhir berkiprah di turnamen pramusim.

Namun, awal proses peremajaan skuat ini harus mengalami ujian berat. Selain gagal di pramusim, langkah klub yang didirikan almarhum HA Sulaiman HB di kompetisi sempat terseok-seok di awal musim. Tapi dengan perjuangan berat, akhirnya mereka bisa finish di papan tengah.

Kembali membahas sepak terjang Barito Putera di ajang pramusim. Selama empat kali terjun di even pemanasan, mereka tersisih pada fase grup Piala Presiden 2017 dan 2019. Di even yang sama 2018, Barito Putera lolos ke perempatfinal. Namun lawan yang dihadapi tim-tim asal Kalimantan.

Di Piala Menpora tahun ini, anak asuh Djadjang Nurdjaman sama sekali tak tersentuh kekalahan. Sementara pada 2018, mereka mengalami sekali kekalahan.

Perjuangan Rizki Pora dkk. pada babak penyisihan Grup A Piala Menpora sangat mencengangkan. Mereka sukses menahan imbang PSIS 3-3, setelah Barito Putera ketinggalan 3 butir gol.

Pada matchday kedua, Laskar Antasari muda menundukkan tim unggulan Arema FC 2-1. Pada laga terakhir, Barito Putera bisa lepas dari kekalahan atas Persikabo 1973 dengan hasil seri 2-2.

Unggul di Fisik

Striker Persikabo 1973, Muhammad Dimas Drajad (tengah) berduel udara dengan pemain Barito Putera dalam laga matchday ke-3 Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (30/3/2021). Persikabo 1973 bermain imbang 2-2 dengan Barito Putera. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Striker Persikabo 1973, Muhammad Dimas Drajad (tengah) berduel udara dengan pemain Barito Putera dalam laga matchday ke-3 Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (30/3/2021). Persikabo 1973 bermain imbang 2-2 dengan Barito Putera. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Yang luar biasa, gol penyeimbang skor terjadi pada menit akhir. Sama persis seperti kejadian saat mereka memaksa PSIS berbagai satu angka dengan gol di injury time yang dicetak sang kapten Rizki Pora.

Ternyata program pembinaan yang dilakukan Barito Putera mulai menuai hasil signifikan. Materi pemain muda sangat menguntungkan untuk mengarungi jadwal pertandingan yang sangat mepet di Piala Menpora.

Kelebihan pemain pada proses recovery otot dan fisik. Meski jadwal Piala Menpora sangat pendek, mereka tampak tetap energik melakoni tiga partai di penyisihan.

"Kami sadar sebuah perubahan memang butuh waktu dan penuh risiko. Kami sempat sulit menjalani kompetisi dan dihujat pendukung Barito Putera. Jika kami tak melakukan regenerasi, Barito Putera bisa mati di tengah jalan," kata CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman.

Amanah Leluhur

Manajer Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman. (Bola.com/Vincentius Atmaja)
Manajer Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Sosok yang juga anggota DPR RI dari Partai Golkar Kalsel ini melakukan regenerasi karena amanah dari almarhum HA Sulaiman HB. Kini Hasnuryadi Sulaiman mulai bisa bernapas lega.

"Amanah dari almarhum abah, Barito Putera harus mencetak pemain muda untuk kepentingan Timnas Indonesia. Kini ada beberapa pemain kami yang membela Indonesia. Kami akan terus konsisten dengan program ini," tuturnya.

Video