Baru 4 Hari, Segini Penjualan Mobil Diskon PPnBM

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Adanya potongan harga resmi dari pemerintah untuk pembelian 21 tipe mobil, disambut positif oleh masyarakat. Meski masih dalam suasana pandemi, namun hal itu tidak menyurutkan niat mereka untuk melakukan pembelian kendaraan.

Melihat hal itu, Kementerian Perindutrian mendorong pelaku industri otomotif untuk turut mensukseskan program relaksasi pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM, sehingga dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat.

Program relaksasi PPnBM ditargetkan untuk meningkatkan minat beli dari masyarakat dan, mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

“Kami dari pemerintah menginginkan program ini dapat berjalan baik, tepat sasaran dan sesuai target. Karenanya, butuh dukungan kuat dari para pelaku industri otomotif itu sendiri,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan resmi, dikutip VIVA Otomotif Jumat 5 Maret 2021.

Menperin berharap, para agen pemegang merek yang telah mendaftarkan produknya dapat melakukan fungsi imbauan, pengaturan serta pengawasan kepada diler, agar penurunan harga kendaraan dapat sesuai dengan harapan konsumen.

“Kami berharap relaksasi PPnBM, khususnya pada tipe kendaraan yang telah ditetapkan, dapat menjadi katalis kebangkitan industri otomotif nasional, yang ditandai dengan peningkatan signifikan utilisasi produksi kendaraan bermotor pada akhir 2021,” tuturnya.

Sementara itu, para APM menyambut baik adanya kebijakan dari pemerintah tersebut. Mereka melihat, hal ini bisa memberi stimulus positif pada industri manufaktur otomotif nasional.

“Kami akan mendukung dan berupaya berkontribusi pada target pemerintah untuk peningkatan penjualan hingga 82 ribu unit,” tutur Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto.

Terkait antusiasme masyarakat, Bussiness Innovation and Sales merangkap Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy menjelaskan bahwa peningkatan sudah langsung terlihat, meski program baru berjalan empat hari.

“Terjadi peningkatan permintaan hingga 50 persen dibandingkan bulan lalu pada periode yang sama,” ungkap Billy.