Baru 6 Bulan Dibuka, Bukit Wisata di London Akhirnya Ditutup Setelah Banyak Dikritik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bukit buatan di London, Inggris yang digadang-gadang jadi atraksi wisata baru bagi wisatawan akhirnya ditutup. Penutupan tersebut dilakukan setelah bukit ini menuai banyak kritikan dan kecaman dari warganet di media sosial.

Bukit buatan Marble Arch Mound bakal ditutup setelah pertama kali dibuka pada 25 Juli 2021 lalu. Bukit setinggi 25 meter yang dibangun di dekat gapura Marble Arch di kota London, Inggris, ini bakal ditutup permanen setelah enam bulan dibuka untuk wisatawan seperti dilaporkan CNN.

Dilansir Travel and Leisure, 10 Januari 2022, bukit buatan senilai 6 juta pound sterling atau Rp116 miliar ini awalnya dibangun sebagai atraksi wisata baru bagi warga London di tengah pandemi. Tempat tersebut tadinya juga dimaksudkan sebagai pelipur lara warga ibu kota yang tak bisa pulang ke kampung halaman mereka selama pembatasan perjalanan karena pandemi Covid-19.

Namun, setelah resmi dibuka, bukit buatan itu malah menimbulkan tanda tanya publik. Sebelumnya, Dewan Kota Westminter yang mengelola tempat tersebut menjanjikan pemandangan perbukitan yang hijau dan pemandangan Hyde Park dan Oxford Street yang ramai.

Namun kenyataannya, bukit buatan ini justru terlihat seperti proyek yang belum selesai. Selain itu, beberapa fasilitas seperti pertokoan, kafe atau restoran yang dijanjikan juga tidak kunjung terwujud.

Tak pelak, setelah resmi dibuka, bukit buatan ini akhirnya banjir kritik dan di-bully di media sosial. Banyak yang menganggap bahwa bukit buatan ini justru terkesan kumuh kala bersanding dengan Marble Arch, serta bangunan klasik khas Eropa di sekitarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Banyak yang Kecewa

Baru 6 Bulan Dibuka, Bukit Wisata di London Akhirnya Ditutup Setelah Banyak Dikritik. (dok.Instagram @ktaverner/https://www.instagram.com/p/CYg7PeQs7gQ/Henry)
Baru 6 Bulan Dibuka, Bukit Wisata di London Akhirnya Ditutup Setelah Banyak Dikritik. (dok.Instagram @ktaverner/https://www.instagram.com/p/CYg7PeQs7gQ/Henry)

"Hortikultura yang luar biasa memang tidak mudah, tetapi itu membuat semua perbedaan. Untuk harga 'atraksi' ini, kami dapat mendanai generasi ahli hortikultura kelas dunia, yang mungkin membuat hal-hal seperti ini benar-benar berhasil," cuit seorang kurator di Cambridge University Botanic Garden di akun Twitternya.

Selain itu, banyak juga warganet yang merasa kecewa saat berkunjung ke sana. Salah satunya adalah pengunjung yang bernama Emma Wright ini. "Mengunjungi Marble Arch adalah hal terburuk yang pernah saya lakukan di London," tulis Wright.

Dikutip dari Evening Standard, seorang musikus asal California, Amerika Serikat (AS), juga turut bersuara terkait hal itu. Baker mengatakan bahwa sebaiknya pihak pengelola memperbaiki laman resmi mereka, karena telah menurunkan ekspektasi pengunjung.

Perubahan Pembangunan

Warga menikmati sinar matahari di Taman Bunga Ratu Mary di Regent's Park di London pada 25 Juni 2020. Inggris pada Kamis (25/6) mengalami hari terpanasnya tahun ini hingga sejauh ini, dengan suhu mencapai 33,3 derajat Celsius di Bandara Heathrow, menurut badan meteorologi. (Xinhua/Han Yan)
Warga menikmati sinar matahari di Taman Bunga Ratu Mary di Regent's Park di London pada 25 Juni 2020. Inggris pada Kamis (25/6) mengalami hari terpanasnya tahun ini hingga sejauh ini, dengan suhu mencapai 33,3 derajat Celsius di Bandara Heathrow, menurut badan meteorologi. (Xinhua/Han Yan)

"Saya pergi ke Marble Arch Mound hari ini. Biaya pembuatannya 2 juta pound sterling, dan hari ini adalah hari peluncuran, tetapi masih cukup sepi," tulisnya. Marble Arch Mound sendiri dirancang oleh firma arsitektur Belanda MVRDV.

Bukit buatan rancangan John Nash ini dirancang dengan menghadirkan pepohonan seperti taman, serta lanskap rumput. Sayangnya, bukit buatan tersebut seolah jadi proyek gagal karena tak sesuai ekspektasi.

Pada Juli 2021, juru bicara MVRDV akhirnya buka suara mengenai hal tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa kegagalan bukit tersebut salah satunya disebabkan adanya perubahan rencana pembangunan.

Perubahan tersebut memaksa pihak perancang untuk membuat gundukan lebih kecil dan lebih curam yang membuat hal tersebut lebih sulit untuk menanam vegetasi yang mereka bayangkan.

Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris

Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel