Baru Bebas pada 17 Agustus, Residivis di Bali Kembali Curi Sepeda Motor

Merdeka.com - Merdeka.com - BO (26) boleh jadi tak betah hidup bebas. Setelah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan Denpasar pada 17 Agustus lalu, dia kembali ditangkap tim dari Polda Bali karena mencuri sepeda motor.

"Dia baru keluar dari lapas tanggal 17 Agustus, pada saat remisi kemerdekaan. Dia, residivis curanmor jadi memang spesialis curanmor dan (dihukum) 1 tahun 3 bulan, dan ini ketiga kalinya," kata Kasubdit lll Ditreskrimum Polda Bali AKBP Endang Tri Purwanto di Mapolda Bali, Senin (29/8).

Pelaku diringkus setelah polisi menyelidiki pencurian sepeda motor di parkiran Lapangan Puputan, tepatnya di depan Kantor Pertamina, Denpasar, Kamis (25/8) sekitar pukul 15.30 Wita. Dia terekam CCTV mencuri sepeda motor Yamaha N-Max dengan Nomor Polisi (Nopol) DK 3698 ACC milik Komang Bayu.

Kehabisan Uang

Saat BO keluar dari Lapas Kerobokan, dia hanya memiliki uang Rp700 ribu. Dia handphone Samsung J5 seharga Rp 500 ribu. Sisanya dibelikan kuota dan untuk makan sehari-hari.

Ketika uang habis, BO berniat menjual handphonenya. Dia memasang iklankan di marketplace Facebook. Kamis (25/8), ada calon pembeli yang menghubungi dan mau membeli handphone itu seharga Rp500 ribu dengan sisten cash on delivery (COD).

Karena BO mengaku tidak punya untuk transportasi, calon pembeli berjanji membayar ongkos gojek pelaku dari kosan menuju Jalan Mahendradatta, Denpasar. Saat bertemu, si pembeli komplain dan akhirnya tidak jadi membeli.

BO pun mengaku bingung untuk pulang ke kosannya di Jalan Badak, Denpasar. Dia akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki.

Sekitar pukul 15.30 Wita, BO melewati TKP dan melihat ada sepeda motor yang terparkir dengan kunci yang masih tergantung. Melihat situasi yang sepi dan ada kesempatan, dia mencuri sepeda motor itu.

"Selanjutnya yang bersangkutan mengambil motor tersebut di dalam joknya sudah ada uang, surat dan dompet, helm jadi paket lengkap," imbuhnya.

Dibantu Teman dari Penjara

Setelah mendapatkan sepeda motor tersebut, akhirnya pelaku menghubungi temannya MS yang masih mendekam di Lapas Kerobokan, agar menawarkan sepeda motor hasil curiannya dan disepakati seharga Rp7 juta.

Kemudian, sekitar pukul 19:00 Wita pelaku dihubungi oleh MS dan ada dua orang yang mengaku anak buah MS bertemu pelaku. Mereka akhirnya memberikan uang sebesar Rp7 juta untuk motor tersebut.

"Yang bersangkutan sebelumnya sudah berkawan dengan (MS) narapidana di lapas dengan kasus menjual kendaraan. Jadi, memang ada order dari LP untuk menjual unit kendaraan juga. Sehingga, yang membantu memasarkan adalah rekannya di LP dan terjadilah transaksi dengan harga Rp7 juta," ujarnya.

Namun, tak berselang lama korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Penyelidikan dilakukan hingga akhirnya BO ditangkap di kamar indekosnya pada Jumat (26/8).

"Dan kita berhasil dapatkan semuanya barang bukti dan hasil kejahatannya Rp7 juta belum digunakan sama sekali," ujarnya. [yan]