Baru Beli Twitter, Elon Musk Langsung Pecat Petinggi Perusahaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Salah satu orang terkaya di dunia, Elon Musk dikabarkan telah menyelesaikan pembelian Twitter. Musk diketahui mengeluarkan uang sebesar USD 44 miliar atau Rp 684.8 triliun untuk membeli Twitter.

Tidak lama setelah Musk membeli platform media sosial itu, Musk dikabarkan memecat beberapa petinggi Twitter, seperti CEO Twitter Parag Agrawal, kepala keuangan Ned Segal, kepala kebijakan hukum, kepercayaan dan keamanan Vijaya Gade, dan penasihat umum Sean Edgett.

Kantor berita Reuters melaporkan Agrawal dan Segal dikawal keluar dari markas Twitter di San Fransisco, Amerika Serikat (AS) ketika kesepakatan pembelian berhasil tercapai.

Kabar pemecatan pejabat tinggi perusahaan pun bertepatan dengan tersebarnya isu kalau Musk akan memecat 75 persen pekerja Twitter. Tetapi Musk menangkal isu itu. Dia menyatakan tidak akan memecat pekerja Twitter dalam jumlah besar.

Berbagai media pun mengabarkan Musk diyakini telah membeli Twitter meski hingga kini Musk sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Namun di tengah dugaan pembelian itu, Musk menulis di Twitternya "the bird is freed" atau "si burung telah dibebaskan". Bahkan dalam bio akun Musk, tertulis kalimat "Chief Twit" atau "Kepala Twit".

Kini Twitter memasuki babak baru di bawah kepemilikan Musk. Berbagai pertanyaan pun muncul terkait rencana Musk dengan platform media sosial baru yang dibelinya.

Musk sendiri mendatangi markas Twitter pada Rabu lalu dengan membawa wastafel. Dia bertemu dengan karyawan-karyawan Twitter saat itu. Musk pun menjelaskan alasan dia membeli Twitter adalah upayanya untuk membantu umat manusia.

“Alasan saya mengakuisisi Twitter adalah karena penting bagi masa depan peradaban untuk memiliki alun-alun kota digital yang sama, di mana berbagai keyakinan dapat diperdebatkan secara sehat, tanpa menggunakan kekerasan,” tulis Musk dalam Twitter Kamis lalu, dikutip dari AP News, Jumat (28/10).

Sebelumnya Musk beberapa kali telah menunjukkan niat untuk membeli Twitter. Bahkan pada Mei lalu, Musk pernah hampir tidak jadi membeli Twitter karena masalah-masalah di dalam perusahaan itu.

Pada Juli lalu Musk mengumumkan dia tidak jadi membeli Twitter. Namun tidak lama Twitter menggugat Musk di negara bagian Delaware, AS agar dia menutup kesepakatan pembelian. Hakim di Delaware pun meminta agar kedua pihak menyelesaikan sengketa kesepakatan hingga 28 Oktober.

Bahkan selama upaya pembelian, Musk juga sering terlibat perdebatan dengan petinggi-petinggi Twitter.

Kini Musk diyakini akan berbicara di depan seluruh karyawan Twitternya pada Jumat besok. Perasaan campur aduk pun dirasakan luas oleh karyawan-karyawan Twitter.

Namun Sarah Personette, kepala konsumen perusahaan mengungkap dia dan Musk telah berbicara Rabu lalu. Personette menganggap Musk dapat membawa penggunaan Twitter untuk masa depan.

Beberapa pihak memandang pembelian Twitter oleh Musk dapat membawa ketidakstabilan.

“Rencana Elon Musk untuk membeli Twitter akan membuatnya dipenuhi kebencian, yang mengarah pada kerusakan dunia nyata yang tidak dapat diperbaiki… Rencana Musk (membeli) akan membuat platform lebih rentan terhadap ancaman keamanan, disinformasi yang merajalela, dan ekstremisme menjelang pemilihan paruh waktu,” jelas koalisi yang berusaha menghentikan pembelian Musk, Stop the Deal.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]