Baru Dirilis, Ducati Monster Diesel Laris 3 Unit

OTOSIA.COM - Baru saja diperkenalkan ke publik di Jakarta pada Minggu lalu, Ducati Monster Diesel disebut sudah laku 3 unit. Penjualan tahunannya memang dipatok pada angka perkiraan maksimal hingga 30 unit. Namun itu tak ayal diprediksi dengan melihat bahwa pasarnya cukup tersegmen.

"Targetnya terlalu tinggi untuk varian Monster ini. So far sudah 3 unit," ujar Agustus Sani Nugroho, Presiden Direktur PT Supermoto Indonesia, pemasar motor Ducati di Indonesia.

Nama Diesel memang membuatnya berbeda dengan mengedepankan desain macho. Namun sedari awal pihak pemasar sudah mengingatkan untuk tidak terkecoh menganggap Ducati punya motor berbahan bakar solar.

Diesel di sini adalah partner yang mendukung desain motor baru yang diluncurkan di Indonesia tersebut. Lebih jauh, Ducati Monster Diesel tak lagi sekadar manis dan mencuri mata dengan warna yang dominan merah. Kini, tampilannya disebut lebih macho.

Army looknya dinilai sangat kental, macho dengan warna hitam yang dominan. Ia sendiri pada dasarnya merupakan Monster EVO 1100 ini memang merupakan edisi spesial lewat warna hijau di tangki bahan bakar dan bagian buntut.

Kekhususan lainnya ada pada posisi knalpot tidak lagi kanan-kiri seperti biasanya, tetapi berkumpul di kanan. Monster hijau tersebut menggunakan mesin Desmodromic L-Twin 1.100 cc yang bertenaga 100 hp pada 7.500 rpm dengan torsi 163 Nm pada 6.000 rpm. Ia pun dibanderol Rp 375 juta.

(kpl/nzr/vin)

TOPIK PILIHAN:
Chevrolet Spin 2013 | Isuzu Panther Baru | Ganjil Genap Jakarta | Toyota Etios Liva 2013 | Ertiga Double Blower | Mobil Modifikasi | Yamaha Mio GT 2013 | Harga Toyota Agya | Foto Model Hot | Harga Honda Jazz

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.