Baru Sehari, ETLE di Jawa Tengah Catat 3.200 pelanggaran

Agus Rahmat, antv/tvOne
·Bacaan 2 menit

VIVA – Meskipun baru diluncurkan, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Mapolda Jawa Tengah, sudah menjaring 3.200 pelanggaran yang dilakukan pengguna kendaraan di jalan raya.

Itu dikatakan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi saat melakukan launching ETLE di Mapolda Jawa Tengah.

"Di Jawa Tengah ada 21 titik kamera CCTV yang merekam pelanggaran. Ke depan kita akan memperbanyak hampir 50 ETLE untuk kota, dan diharapkan semuanya akan terpenuhi untuk wilayah kabupaten/ kota di 35 kota kabupaten," kata Kapolda.

Baca juga: Daftar 21 Lokasi Kamera Tilang Elektronik di Bandung

Tak hanya ETLE, lanjutnya, Polda Jawa Tengah juga telah memasang sedikitnya 200 kamera pada helm anggota lalu lintas. Tujuannya sama, untuk menindak pelanggaran lalu lintas tanpa melibatkan interaksi langsung antara anggota Polri dan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir dalam acara launching ETLE di Mapolda Jawa Tengah mengatakan, pihaknya mendorong transformasi pelayanan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi. Selain transparan, perubahan menuju digitalisasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk disiplin.

"ETLE ini saya kira langkah awal, untuk kita melompat pada sistem elektronifikasi, digitalisasi, penggunaan Artificial Intelligent dan tidak hanya pada pelanggaran, nampak-nampaknya ini akan bisa tidak hanya pelanggaran lalu lintas tapi bisa berkembang banyak sekali," kata Ganjar.

Ia melihat saat ini perubahan menuju digitalisasi sudah berkembang dibanyak sektor pelayanan. Mulai dari SIM, STNK hingga pembayaran pajak tahunan yang dimudahkan dengan aplikasi tanpa masyarakat harus datang ke kantor polisi atau Samsat.

"Saya membayangkan berikutnya ini bisa direplikasi, tadi SIM sudah, STNK sudah, bayar pajak tahunan sudah, maka seluruh yang berproses di jalan terkait dengan kecelakaan keamanan bisa dideteksi dari awal. Saya titip ini ada perhubungan juga, kita kan jalannya bodol, apalagi kalau sudah kena hujan, bengep semuanya, maka cerita over dimensi over load itu betul-betul bisa kita lakukan," jelas Ganjar.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/ tvOne Jawa Tengah.