Baru Terbongkar Nih, Detik-Detik Lionel Messi Meninggalkan Markas Barcelona : Nelangsa atau Gembira ?

Bola.com, Jakarta - Sejak kepindahannya dari Barcelona ke Paris Saint-Germain (PSG) pada 2021, sinar Lionel Messi sama sekali tak redup. Pada musim pertamanya, Sang Messiah sudah memenangkan Ligue 1 2022/2023.

Terkini, La Pulga sukses mengantarkan Les Parisiens ke babak 16 besar Liga Champions. Pada fase gugur nanti, armada Christophe Galtier bersua raksasa Jerman, Bayern Munchen.

Ketika memutuskan cabut dari Camp Nou, tak sedikit yang meragukan Messi bakal moncer di klub barunya. Namun, keraguan para pencibir sama sekali tak terbukti. Messi tetaplah Messi.

 

Tak Terasa

Pemain Barcelona, Lionel Messi didampingi istrinya Antonella Roccuzzo dan kedua putranya berpose setelah menerima trofi Sepatu Emas keenamnya selama acara penyerahan di Antiga Fabrica Estrella Damm, Barcelona, Spanyol (16/10/2019). (AFP Photo/Josep Lago)
Pemain Barcelona, Lionel Messi didampingi istrinya Antonella Roccuzzo dan kedua putranya berpose setelah menerima trofi Sepatu Emas keenamnya selama acara penyerahan di Antiga Fabrica Estrella Damm, Barcelona, Spanyol (16/10/2019). (AFP Photo/Josep Lago)

Oh ya. Tak terasa, Messi sudah setahun lebih tiga bulan meninggalkan Barcelona. Semua masih segar dalam ingatan, saat Messi mewek dalam konferensi pers perpisahannya di Camp Nou Barcelona pada Agustus 2021.

Ulah Messi merupakan satu di antara tangisan paling emosional dalam sejarah sepak bola. Reaksi Messi terhadap kepergiannya, tampaknya, tidak semata-mata didasarkan pada kesedihan meninggalkan La Blaugrana setelah kebersamaan lebih dari 20 tahun, tetapi juga berlangsung sangat mendadak.

 

Sebuah Buku

Sebuah buku yang baru-baru ini diterbitkan, disetujui Messi dan keluarganya, telah menyelidiki hari-hari terakhir pemenang Ballon d'Or tujuh kali bersama Barcelona. Buku ini mengungkapkan seberapa cepat rencana kepergian sang bintang.

Kondisi keuangan Barca yang mengejutkan pada musim panas 2021 sudah bukan rahasia lagi. Meskipun begitu, Presiden Klub, Joan Laporta, tetap berpikir positif, mereka akan dapat memperpanjang kesepakatan baru dengan Messi.

Dalam biografi Messi yang baru, terungkap Kapten Timnas Argentina itu menyetujui persyaratan pemotongan gaji. Kabarnya, Messi bersedia menerima 'diskon' sampai 50 persen.

 

Kronologi Kepergian Messi

Meski musim ini harus absen di perempatfinal usai PSG dikalahkan Real Madrid, Lionel Messi masih tercatat menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di partai tersebut. La Pulga telah mencetak total 12 gol di babak delapan besar Liga Champions bersama Barcelona. (AFP/Josep Lago)
Meski musim ini harus absen di perempatfinal usai PSG dikalahkan Real Madrid, Lionel Messi masih tercatat menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di partai tersebut. La Pulga telah mencetak total 12 gol di babak delapan besar Liga Champions bersama Barcelona. (AFP/Josep Lago)

Pada 4 Agustus 2021, Jorge Messi, ayah dan agen Messi, menghubungi Barcelona. Ia memastikan semuanya masih berjalan sesuai rencana.

Makan malam perayaan bakal terjadi pada hari berikutnya setelah kesepakatan baru secara resmi. Tim media sosial Barca sedang bekerja keras membuat video pengumuman tersebut.

Namun, Wakil Presiden Olahraga Barcelona, Rafa Yuste, anehnya ambigu dengan tanggapannya sendiri. Hal itu yang memicu kekhawatiran di kubu Messi.

 

Pesan Khusus

Striker Barcelona berbincang dengan penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, pada laga Liga Champions di Stadion Camp Nou, (8/12/2021). (AFP/Josep Lago)
Striker Barcelona berbincang dengan penyerang Juventus, Cristiano Ronaldo, pada laga Liga Champions di Stadion Camp Nou, (8/12/2021). (AFP/Josep Lago)

Beberapa jam kemudian, Jorge menerima pesan dari Yuste, mengatakan kepadanya: "Laporta mengatakan itu tidak terjadi. Laporta bilang dia tidak tertarik lagi". Terkejut oleh berita itu, Jorge langsung menghubungi Laporta.

Dia mengkonfirmasi apa yang baru saja didengarnya dari Yuste. Laporta menjawab: "Saya tidak ingin melakukan ini lagi. Ini sudah berakhir. Saya tidak mempertaruhkan klub!" tegasnya.

Sehari berselang, 5 Agustus, dalam upaya untuk menyelamatkan kesepakatan, Jorge bertemu langsung dengan Laporta. Jorge bertanya serius: "Sudahkah Anda memikirkan ini?".

 

Laporta Bergeming

Penyerang Barcelona Lionel Messi berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Real Athletic selama pertandingan Liga Spanyol di stadion Nou Camp di Barcelona pada 15 Januari 2006. Messi, yang melakukan debut di Barcelona pada 2004, telah memenangkan 10 gelar La Liga dan empat Liga Champions. (AFP/Lluis
Penyerang Barcelona Lionel Messi berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Real Athletic selama pertandingan Liga Spanyol di stadion Nou Camp di Barcelona pada 15 Januari 2006. Messi, yang melakukan debut di Barcelona pada 2004, telah memenangkan 10 gelar La Liga dan empat Liga Champions. (AFP/Lluis

Laporta tetap bersikukuh: "Saya sudah memikirkannya matang-matang. Saya tidak melakukannya. Saya tidak ingin menenggelamkan klub,". Laporta berbicara tentang perlunya klub untuk membujuk semua pemain untuk menerima pengurangan gaji. Jorge dan Laporta akhirnya berpisah secara damai.

Balague menulis: "Penjelasan Laporta menyisakan sedikit ruang untuk diskusi. Jorge dan Laporta sepakat apa pun yang terjadi, mereka akan menghindari saling mempermalukan. Pertemuan itu berakhir damai. Keduanya lalu berpelukan,".

 

Messi Ingin Bertahan

Dalam menceritakan kisah kepergian Messi, Balague mencatat satu-satunya keinginan La Pulga saat itu adalah tetap menjadi pemain Barcelona. Messi tak mempersoalkan pemotongan gaji pada tahun pertama kontrak yang baru baru.

Kondisi itu adalah sesuatu yang tidak dilakukan pemain lain. Tapi, begitu mendengar informasi dari ayahnya, Messi sangat terpukul.

"Leo sangat terpuku dan pergi ke ruang makan memberi tahu Antonela. Rumah tangga Messi bergema dengan emosi, air mata mengalir deras," tulis Balague.

 

Usul Ditolak

Barcelona - Ilustrasi Lionel Messi (Bola.com/Adreanus Titus)
Barcelona - Ilustrasi Lionel Messi (Bola.com/Adreanus Titus)

Setelah itu, Balague menjelaskan, tim Messi mengusulkan konferensi pers bersama Laporta. Mereka menginginkan beberapa hari setelah pengumuman, karena Messi membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyesuaikan diri.

"Klub menolak tawaran ini karena Laporta ingin menyampaikan versinya tentang apa yang terjadi sesegera mungkin," tulis Balague. Lalu, mengungkapkan keadaan emosional Messi yang intens menjelang perpisahan terakhirnya di Camp Nou.

 

Berpijak Selamanya

"Messi berpikir selama berjam-jam tentang apa yang harus dikatakan. Dia tidak tahu berapa banyak yang bisa dia tawarkan. Dia memilih untuk berbicara dari hati; dia tidak akan menyembunyikan betapa hancurnya perasaannya setelah meninggalkan klubnya," tulis dokumen tersebut.

Deskripsi polah Messi juga memberi indikasi penyesalan Messi. "Dia berjalan melalui tirai, penglihatan kabur, telinga dibombardir oleh kamera yang diklik. Beban harapan di pundaknya merosot saat dia berjalan dengan berat ke podium. Bahasa tubuhnya seperti prajurit yang kalah," kata Balague.

Kini, cerita tersebut bakal menjadi pendaman sejarah. Entah sampai kapan momentum tersebut menjadi bagian penting perjalanan Barcelona, satu yang pasti, Messi tak tergantikan.

Barcelona Berjaya?