Basarnas Banda Aceh evakuasi warga Filipina alami kecelakaan kerja

Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh mengevakuasi seorang warga negara Filipina yang juga anak buah kapal tanker berbendera Liberia karena mengalami kecelakaan kerja.

Kepala Basarnas Banda Aceh Budiono di Banda Aceh, Jumat, mengatakan warga negara Filipina yang dievakuasi tersebut atas nama Baclayo Willy, laki-laki berusia 33 tahun.

"Warga negara Filipina tersebut merupakan anak buah kapal tanker dengan nama MV Delta Blue. Yang bersangkutan dievakuasi karena mengalami cedera di bagian kepala," kata Budiono.

Baca juga: Basarnas laksanakan 41 operasi SAR di Aceh

Budiono mengatakan MV Delta Blue berlayar dari Singapura. Dalam pelayaran, korban Baclayo Willy mengalami kecelakaan kerja di kamar mesin menyebabkan luka di bagian kepala.

"Permintaan evakuasi disampaikan kapten MV Maersk Vigo pada Kamis (16/6) sekira pukul 19.35 WIB. Dari informasi tersebut, tim SAR menyusun rencana evakuasi," kata Budiono.

Selanjutnya, tim Basarnas berkoordinasi dengan kapal tanker tersebut menyangkut operasi evakuasi. Tim Basarnas bergerak dari Pelabuhan Ulee Lheue menggunakan kapal KN Kresna 232 mengevakuasi korban pada Jumat (17/6) pukul 01.20 WIB.

Baca juga: Gelombang laut tinggi, DKP Kulon Progo imbau nelayan tak melaut

"Titik evakuasi berada di Selat Benggala, perairan antara Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dengan Pulau Weh, Kota Sabang. Titik evakuasi berjarak delapan nautical mile atau mil laut dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh," kata Budiono.

Sebelum dievakuasi ke kapal SAR KN Kresna, warga negara Filipina tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengujian COVID-19 serta kelengkapan dokumen imigrasi.

"Setelah dinyatakan tidak bermasalah, yang bersangkutan dinaikkan kapal SAR untuk selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue," kata Budiono.

Baca juga: Basarnas uji kesiapan unsur SAR Palu hadapi dampak bencana alam

Budiono mengatakan proses evakuasi melibatkan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Malahayati, Bea Cukai, kepolisian, TNI AL, petugas Syahbandar Ulee Lheue, imigrasi, serta instansi terkait lainnya.

"Setiba di Pelabuhan Ulee Lheue, korban dievakuasi ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan ambulans untuk penanganan medis lebih lanjut. Dengan dievakuasi warga negara Filipina tersebut, maka operasi SAR ditutup," kata Budiono.

Baca juga: Basarnas: Lima hari dicari nelayan hilang di Wakatobi belum ditemukan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel