Basarnas bentuk tiga tim cari korban terseret ombak di Parangkusumo

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yogyakarta membentuk tiga tim pada pencarian hari kedua terhadap Catur Prasetya (17) seorang korban yang terseret ombak di Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Hari kedua, pencarian korban dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan, untuk pencarian hari ini dibagi menjadi tiga SRU (search and rescue unit)," kata Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta Kamal Riswandi dalam keterangan tertulis Humas Basarnas di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, sebelum melakukan operasi pencarian hari kedua, dilakukan koordinasi dan pembagian wilayah SRU di Posko SAR Gabungan yang berlokasi di Pos SAR Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Parangtritis Bantul.

Dia menjelaskan, untuk SRU satu melaksanakan penyisiran dengan perahu jukung SAR Satlinmas Parangtritis dengan radius 1 NM (Nautical Mile), kemudian SRU dua melakukan penyisiran menggunakan Jetsky SAR dengan radius 1NM (Nautical Mile).

Baca juga: Basarnas turunkan tim cari korban hanyut di Sungai Opak Bantul

Sedangkan untuk SRU tiga melakukan pencarian visual melalui jalur darat di pesisir pantai dengan menggunakan beach patrol Basarnas dan penyisiran personel dengan jarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian ke arah barat dan timur.

"Untuk pergerakan perahu jukung dan jetsky kita melihat kondisi tinggi gelombang laut. Jika memungkinkan akan diturunkan, namun jika tidak memungkinkan kita 'stanby' dulu, hal ini untuk keselamatan Tim SAR Gabungan di SRU satu dan SRU dua," katanya.

Menurut dia, pencarian terhadap seorang korban terseret ombak di Pantai Parangkusumo Bantul sudah dilakukan Tim SAR Gabungan sejak Senin (15/8) setelah kejadian kecelakaan laut dilaporkan hingga malam.

"Dalam operasi pencarian kemarin malam juga dilakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian di Pantai Parangkusumo, namun sampai tadi malam korban belum ditemukan oleh Tim SAR Gabungan," katanya.

Baca juga: Hadapi Lebaran 2022, Basarnas Yogyakarta siagakan 83 personel

Kejadian tersebut bermula pada Senin (15/8), bus pariwisata yang mengangkut rombongan pelajar SMK Ibu Kartini yang beralamat di Jalan Imam Bonjol Semarang tiba di Pantai Parangtritis sekitar pukul 14.15 WIB, kemudian rombongan menuju ke pantai.

Dua orang dari rombongan pelajar asal Semarang tersebut bermain air laut, meski sebelumnya sudah diingatkan petugas untuk tidak bermain air karena di lokasi tersebut terdapat palung laut.

"Karena terlalu asik bermain air kedua korban terlalu ke tengah, kemudian terseret arus palung laut. Satu korban berhasil selamat atas nama Guruh (17), sedangkan korban Catur Prasetya (17) masih dalam pencarian," katanya.

Baca juga: Wisatawan terseret ombak di Glagah, Basarnas DIY lakukan pencarian