Basarnas cari pria paruh baya tenggelam di Bendungan Konawe

·Bacaan 1 menit

Basarnas Kendari melakukan pencarian seseorang pria paruh baya bernama Ismail (48) yang dilaporkan hilang pada Minggu (19/12) diduga tenggelam di Bendungan Wawotobi, Sungai Konaweha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi di Kendari, Senin mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian nahas tersebut dari seorang pegawai BPBD setempat bernama Kiking yang melaporkan telah terjadi kondisi membahayakan manusia.

"Pencarian telah dilakukan oleh BPBD Konawe, Polres Konawe dan keluarga korban namun hingga informasi ini diterima dengan hasil nihil," katanya.

Berdasarkan laporan tersebut, tim penyelamat Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari diberangkatkan menuju lokasi kejadian kecelakaan dengan menggunakan satu unit rescue car, satu unit ambulans membawa satu unit perahu karet beserta peralatan pendukung keselamatan lainnya untuk memberikan bantuan SAR.

Baca juga: Tim kembali lakukan pencarian ABK tenggelam di Sungai Kahayan Kalteng

Baca juga: Basarnas: Dua peserta lomba perahu naga tenggelam di Sungai Tipar

Dia menyampaikan, jarak tempuh lokasi terakhir keberadaan korban dilaporkan dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari sekitar 70 km, dengan kondisi cuaca cerah.

Aris menyampaikan, korban merupakan warga Desa Lalosabila, Kecamatan Wawotobi, Konawe.

Sebelumnya, Korban bersama seorang keponakannya sedang jalan-jalan di Bendungan Wawotobi pada Minggu (19/12). Pada saat keponakan korban pergi membeli makanan dan kembali sekitar pukul 11.45 WITA, korban sudah tidak berada di tempat.

"Motor dan sendal milik korban ditemukan di pinggir sungai, dugaan sementara korban tenggelam di sungai tersebut," demikian Aris.

Baca juga: Kelotok tenggelam di Sungai Cempaga Kotim, kakek hilang terbawa arus

Baca juga: Pria tenggelam di Kali Ciliwung ditemukan tak bernyawa

Baca juga: Warga hanyut di Batang Momong Dharmasraya ditemukan tewas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel