Basarnas gandeng kampus dalam bidang manajemen bencana

Sekretaris Utama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Dr Abdul Haris Achadi DESS mengatakan pihaknya menggandeng kampus tepatnya Universitas Budi Luhur (UBL) dalam bidang manajemen bencana.

“Ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama Basarnas dan UBL yakni melalui pemberian Beasiswa Nusantara bagi putra-putri terbaik dari wilayah yang pernah terjadi bencana besar maupun wilayah potensi bencana besar di Indonesia,” ujar Abdul Haris dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Dia menambahkan proses sosialisasi dan seleksi, dilakukan oleh Basarnas, dan diberi penetapan oleh Universitas Budi Luhur. Program beasiswa Kuliah Manajemen Bencana ini akan dikelola dengan baik oleh Basarnas.

Baca juga: Tim SAR selamatkan warga negara Australia di Selat Lombok

“Kolaborasi ini merupakan wujud dari kesiapan UBL menjadi bagian dari sinergi pentahelix. UBL layak diberikan apresiasi sebagai potensi SAR dari Basarnas,” imbuh dia.

Beasiswa kuliah diberikan pada jenjang S1 hingga lulus, tanpa biaya dan tanpa ikatan dinas, setelah lulus diperkenankan kembali ke daerah masing- masing untuk menjadi ahli kebencanaan di pelosok Nusantara.

Rektor Universitas Budi Luhur, Dr Wendi Usino, menjelaskan bahwa Beasiswa Nusantara telah ada sejak tahun 2004 yaitu bermula dari beasiswa bagi mahasiswa Aceh sebanyak 18 orang yakni jenjang sarjana dan magister yang diberikan bulan September 2004 atau tiga bulan sebelum terjadi tsunami besar di Aceh.

“Sejak saat itu, UBL konsisten memberikan beasiswa bagi putra putri se-Indonesia, seperti Aceh, Nusa Tenggara, Papua, Kalimantan, Sumbar, Jawa Tengah, Banten, dan lainnya,” kata Wendi.

Menurut Ketua Yayasan Budi Luhur Çakti, Kasih Hanggoro, MBA, mengatakan beasiswa itu tidak sekedar pemberian beasiswa namun sebagai wujud nilai-nilai kebudiluhuran yang menjadi semangat dari kampus yang yang dirintis sejak 1979.***3***

Baca juga: Enam penumpang perahu tanpa nama di NTT hilang di perairan Naikliu