Basarnas Manado temukan kapal ikan KM Berkat Lisan mati mesin

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado telah menemukan sebuah kapal ikan KM Berkat Lisan yang sempat mati mesin di Perairan Makalehi, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara.

Kepala Basarnas Manado Monce Brury, di Manado, Jumat, mengatakan pada Kamis (27/10) pukul 17.00 WITA pihaknya mendapatkan informasi telah terjadi kondisi yang membahayakan jiwa manusia, KM Berkat Lisan mengalami mati mesin di perairan Pulau Makalehi, Sitaro.

"Pada pukul 18.00 WITA, kami memberangkatkan satu tim dengan menggunakan kapal KN Bima Sena 228, untuk melaksanakan Operasi SAR," katanya.

Ia mengatakan KN Bima Sena langsung bergerak ke lokasi ke titik koordinat yang korban kirimkan.

Baca juga: 8 pendaki Gunung Soputan yang tersesat ditemukan tim SAR gabungan

Baca juga: Petani getah damar hilang di hutan Bolaang Mongondow ditemukan tim SAR

Ketiga korban itu masing-masing Rahman Husen Mamuko dengan alamat Bahontobungku Kabupaten Morowali, Yusran Rudin alamat Sofifi Kota Tidore, serta Adrianto alamat Taipa, Palu.

Kronologis kejadian ketiga anak buah kapal (ABK) berangkat dari Manado dan mencari ikan tuna di perairan Pulau Makalehi, Sitaro.

Pada hari ketujuh saat mencari ikan, mesin kapal tiba-tiba mati, dan tidak bisa diperbaiki.

KN Bima Sena menuju lokasi ke titik koordinat yang korban kirimkan membutuhkan perjalanan sekitar 4 jam perjalanan, akan tetapi setiba di lokasi kapal bergeser.

Sehingga tim melaksanakan searching kembali, satu jam pencarian akhirnya KM Berkat Lisan ditemukan beserta ketiga ABK dalam keadaan selamat.

"Pada Jumat (28/10) sekitar pukul 05.00 WITA KM Bina Sena berhasil menemukan KM Berkat Insan, yang mengalami mati mesin di Kabupaten Sitaro , dengan ABK tiga orang.

Ketiga orang tersebut beserta kapal langsung dievakuasi menuju ke Pulau Siau.

"Kapal beserta ABK dievakuasi ke pelabuhan terdekat di Pelabuhan Ulu Pulau Siau Kabupaten Sitaro sejauh 20 Nm.

"Saat ini telah tiba di kepulauan Siau dalam keadaan selamat, dan Operasi SAR selesai," katanya.


Dia menambahkan, terima kasih kepada ABK KN Bima Sena yang sudah melaksanakan pencarian KM Berkat Lisan sehingga kapal bisa ditemukan berserta ABK-nya dalam keadaan selamat.

Monce menyampaikan bahwa saat ini dalam keadaan musim angin barat, diharapkan seluruh nelayan yang ingin melaut mencari ikan berhati-hati dan bisa melihat situasi yang ada dan imbauan dari BMKG.

Keselamatan lebih penting jangan sampai tidak mengindahkan imbauan dari BMKG kita sendiri yang akan terima risikonya.

Baca juga: Basarnas Manado lakukan tiga operasi pencarian berbeda

Baca juga: Sudah tujuh hari, SAR hentikan pencarian nelayan hilang Perairan Siau