Basarnas: Pencarian Sriwijaya Air SJ-182 yang Diduga Jatuh Terhalang Visibilitas

·Bacaan 1 menit
Rencananya, 188 turis Malaysia akan didaratkan di Bandara International Hanandjoedin, Belitung dengan maskapai Sriwijaya Air.

Liputan6.com, Jakarta Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Bambang Suryo Aji mengatakan proses pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang diduga jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, terhalang visibilitas.

"Saat ini personel kita sudah di lapangan dan menemukan beberapa bagian dari pesawat. Dan hambatan yang kita hadapi saat ini adalah masalah visibilitas karena malam hari," kata dia saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

Kendati demikian, Basarnas mengaku pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin mencari lokasi yang diduga jatuhnya pesawat tersebut. Apabila titik koordinat lokasi pesawat Sriwijaya Air telah ditemukan, Minggu pagi, 10 Januari, pencarian akan dilakukan secara maksimal.

Terkait adanya dugaan suara ledakan, Basarnas masih mencari tahu lebih lanjut.

"Informasi tersebut dari nelayan," katanya.

Ia mengatakan seluruh emergency location transmitter (ELT) pesawat sudah teregistrasi di Basarnas. Namun, kejadian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak tersebut tidak memancarkan sinyal.

"Ini yang perlu kita 'cross check' kenapa tidak memancarkan sinyal," katanya.

ELT Pesawat Sriwijaya Air Tidak Pancarkan Sinyal

Hingga saat ini, Basarnas belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab sinyal ELT milik pesawat Sriwijaya Air tidak memancarkan sinyal.

Untuk mencari tahu penyebab tidak adanya sinyal ELT tersebut, Basarnas telah mengecek ke sistem satelit yang dimiliki Australia.

"Australia juga tidak menangkap. Jadi Basarnas juga masih mencari tahu kenapa ELT tersebut tidak memancarkan sinyal," katanya.

Ia mengatakan jika ELT pesawat Sriwijaya Air tersebut bekerja atau memancarkan sinyal, maka akan lebih mudah mengetahui apakah hilang kontak atau tidak.

Saksikan video pilihan di bawah ini: