Basarnas: Petani hilang di hutan Konawe Utara ditemukan di Sulteng

Basarnas Kendari menyampaikan petani paruh baya bernama Kamron (55) yang sebelumnya dilaporkan hilang, Ahad (6/6), di hutan Desa Tetewatu, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, telah ditemukan selamat di wilayah Sulawesi Tengah.

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi di Kendari, Senin mengatakan korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh warga Desa Laronai Kecamatan Bungku Pesisir Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sekitar 15 km dari lokasi terakhir dilaporkan hilang.

"Pada pukul 13.20 Wita kami menerima informasi dari Bapak Nasir Kepala Desa Samandete yang melaporkan bahwa korban telah ditemukan oleh masyarakat Desa Laronai dalam keadaan selamat di hutan Laronai," katanya.

Dia menyampaikan, warga yang menemukan pria paruh baya tersebut lalu mengevakuasi ke Puskesmas Bungku Pesisi sambil menunggu pihak keluarga korban datang menjemput.

Baca juga: Sempat hilang, Basarnas evakuasi ODGJ di hutan Pulau Simeulue-Aceh

Baca juga: Petani hilang di hutan Luwu Timur, Basarnas Kendari lakukan pencarian

Pencarian korban yang merupakan warga Desa Tetewatu, Kecamatan Wiwirano, Konawe Utara melibatkan personel gabungan Tim Penyelamat Unit Siaga Konawe Utara, Polsek Wiwirano, Koramil Langgikima, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, masyarakat setempat hingga keluarga korban.

Korban dilaporkan menuju ke kebun, pada Ahad (5/6) sekitar pukul 08.00 Wita, bersama 16 orang rekannya yang berada di perbatasan antara Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Tengah.

Lalu, pada pukul 17.05 Wita, rekan-rekan korban kembali di tempat semula yang menjadi tempat sebelum mereka bubar, namun hanya korban yang belum kembali. Motor korban masih berada di lokasi tersebut, hingga kejadian itu dilaporkan ke Basarnas.

"Dengan ditemukan korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," kata Aris.*

Baca juga: Basarnas temukan petani merica hilang enam hari di hutan Kolaka Timur

Baca juga: Lansia yang dievakuasi dari hutan Konawe meninggal di RS Bhayangkara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel