Basarnas Sulsel tutup Operasi SAR tanah longsor Maros

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulsel akhirnya menutup Operasi SAR setelah hari ketujuh pencarian, namun belum berhasil menemukan sisa empat korban tanah longsor di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

"Operasi akhirnya dihentikan setelah tidak ditemukan tanda keberadaan korban hingga hari ketujuh pencarian," ujar Kepala Basarnas Sulsel, Djunaidi di Makassar, Selasa.

Ia menjelaskan upaya pencarian korban tanah longsor di lokasi kejadian pada Rabu (28/12) terus dimaksimalkan tim SAR Gabungan, namun sejak Senin (2/1) empat korban belum ditemukan.

Meski demikian, usaha pencarian dilakukan secara optimal dari enam korban yang dilaporkan hilang, namun hanya dua korban korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, usai musibah tersebut di jalan poros Maros-Bone.

Baca juga: Tim SAR temukan satu dari lima korban tanah longsor Maros

Baca juga: Wali Kota Makassar kirim tim bantu pencarian korban longsor di Maros

Selain itu, pencarian para korban dibantu dengan menggunakan alat berat ekskavator untuk membersihkan sisa tanah longsor, menggali menggunakan alat manual, menyisir sungai menggunakan perahu karet. Bahkan pencarian berjalan kaki sampai puluhan kilometer menyusuri sungai setempat, serta medan yang berbatu dengan kondisi cuaca ekstrim, tetapi hasilnya nihil.

Hari ketujuh pencarian, dua orang korban yang berhasil ditemukan teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki bernama Ilham (48) dan Rimang (80) perempuan. Sisanya, empat orang lainnya yakni Dilla (14), Emi (47), Adel (12), dan Cellung (2) berjenis kelamin perempuan tidak ditemukan.

Kendala yang terjadi di lapangan, ungkap Djunaidi, adalah kuatnya arus sungai serta kondisi cuaca di sekitar lokasi yang diguyur hujan membuat Tim SAR Gabungan harus ekstra hati-hati melakukan penggalian dan penyisiran. Untuk material tanah di empat rumah korban sudah dibersihkan tapi tidak ditemukan keberadaan korban.

Kuat dugaan, korban terbawa arus sungai yang tepat berada di belakang rumah lokasi terjadinya longsoran Untuk itu, sesuai amanat undang-undang yang membatasi pencarian hingga hari ketujuh.

Dari kesepakatan dan persetujuan keluarga korban didampingi aparat pemerintah setempat, maka dengan berat hati operasi pencarian dihentikan dan ditutup, serta empat korban dinyatakan hilang.

"Pihak Basarnas Sulsel beserta tim SAR Gabungan turut menyampaikan duka cita mendalam terhadap keluarga korban yang ditimpa bencana tanah longsor. Semoga diberi kesabaran dan keikhlasan," tutur Djunaidi.

Permohonan maaf pun disampaikan atas keterbatasan waktu melakukan pencarian.l dan ucapan terimakasih untuk seluruh unsur yang tergabung atas dedikasi membantu pencarian.*

Baca juga: Gubernur Sulsel berikan bantuan untuk korban longsor Maros

Baca juga: Satu jenazah korban tanah longsor di Maros ditemukan