Basarnas Yogyakarta evakuasi pemancing yang terjebak banjir di Lendah

Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta menyelamatkan pemancing hingga penjaga alat berat di tempat penambangan di sepanjang muara Sungai Progo di Kecamatan Lendah dan Galur, akibat terjebak banjir.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Yogyakarta Kamal Riswandi di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan pada Sabtu dini hari pukul 01.27 WIB, petugas siaga Kantor Basarnas Yogyakarta mendapat laporan bahwa telah terjadi kondisi membahayakan manusia tiga orang pemancing terjebak di tengah Sungai Progo tepatnya di Ngentakrejo, Lendah.

"Kronologi yang kami terima tiga orang memancing di Sungai Progo hingga ke tengah sungai pada saat air surut, ketika hujan deras, air semakin naik hingga menutup akses jalan dan tiga orang tersebut tidak bisa kembali ke pinggir sungai. Petugas sudah mengevakuasi tiga pemancing tersebut dalam kondisi selamat," kata Kamal Riswandi.

Ia mengatakan setelah Mendapat laporan tersebut Basarnas Yogyakarta mengirimkan satu tim rescue dilengkapi dengan peralatan water rescue untuk melaksanakan proses evakuasi ke tiga pemancing tersebut.

Baca juga: Basarnas turunkan tim cari korban hanyut di Sungai Opak Bantul

Baca juga: Wisatawan terseret ombak di Glagah, Basarnas DIY lakukan pencarian

Tim Rescue Kantor Basarnas Yogyakarta tiba di lokasi kejadian langsung berkoordinasi dengan Tim SAR yang sudah berada di lokasi. Sekitar 02.30 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tiga pemancing dalam kondisi selamat.

Ketiga pemancing tersebut atas nama Petrus Canisius Widiya warga Sedayu, Jumiyanto warga Metes dan Hendri Kuswoyo warga Ngentak.

"Selanjutnya ketiga pemancing tersebut dapat kembali ke rumah masing-masing. Dengan dievakuasinya ketiga pemancing yang terjebak di Sungai Progo, operasi SAR dinyatakan ditutup dan semua unsur yang terlibat di kembalikan ke kesatuannya masing-masing," katanya.

Selain itu, Tim Basarnas Yogyakarta berhasil mengevakuasi tiga penjaga alat berat terjebak di tengah Sungai Progo di daerah Ngentakrejo.

Petugas Basarnas Yogyakarta Anjasmoro mengatakan dalam beberapa hari ini curah hujan di DIY cukup tinggi.

Hal ini mengakibatkan beberapa sungai di DIY mengalami peningkatan debit air yg cukup signifikan.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di sekitaran sungai harus tetap berhati-hati mengingat curah hujan masih sangat tinggi, lebih baik jangan dulu beraktivitas di sekitaran sungai," kata Anjasmoro.

Baca juga: Tim SAR cari korban hanyut di Dam Mrican Sungai Gajahwong

Baca juga: Petugas Basarnas Yogyakarta berpatroli di pantai-pantai tempat wisata