Bashar al-Assad Telah Berubah

Liputan6.com, Damakus: Bentrokan antara militer pemerintah dan pasukan pemberontak di Suriah masih terus berlanjut. Konflik berkepanjangan sejak Maret 2011 ini belum juga reda karena Presiden Bashar al-Assad tidak memenuhi desakan oposisi untuk turun.

Bahkan, Assad memerintahkan tentaranya untuk terus menghadang para pemberontak. Di bawah kendalinya, militer pemerintah tidak tanggung-tanggung untuk membantai siapa saja yang memberontak, termasuk rakyatnya sendiri.

Manaf Tlass, salah seorang teman baik Assad, menyatakan, Presiden Suriah tersebut telah berubah. Menurutnya, dulu ia adalah orang yang rendah hati, namun sekarang sudah berbeda. "Dulu dia rendah hati. Dia mengasihi orang, Tapi krisis telah mengubah dirinya," kata Tlass saat diwawancarai penyiar CNN, Christiane Amanpour.

Mantan Brigadir Jenderal di Garda Republik Suriah ini menyatakan muak dengan kekejaman Assad dengan menumpas para pemberontak secara brutal. Sejak pembantaian itu, anak dari mantan Menteri Pertahanan Suriah ini memutuskan untuk membelot dari pemerintahan. "Saya ingat betul bagaimana saya membelot. Saya miris ketika melihat mereka menginjak kepala seorang warga Suriah di Baniyas, sebuah kota di pantai Barat Suriah," ungkapnya.

Tlass mengaku sempat menasihati Assad. Menurutnya, ia pernah menyatakan kepada Assad bahwa ia harus memberikan sesuatu bagi masyarakat. "Ada pemberontakan dan ia harus berubah. Ada Musim Semi Arab di sekitar kita dan dia harus menjadi bagian dari itu untuk memulai demokratisasi. Namun dia menolak," katanya.

Assad menolak untuk beraksi dan Tlass pun merasa sejak saat itu dia sudah tidak bisa lagi menjadi seorang teman dekat Presiden Suriah yang menjabat sejak tahun 2000 tersebut. (FRD)