Basmi nyamuk-tikus, KKP Pangkalpinang kerahkan mobil kendali vektor

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengerahkan mobil pengendali vektor untuk membasmi nyamuk dan tikus, guna membantu pemerintah daerah dalam mengatasi penyakit berbasis lingkungan tersebut.

“Kami siap membantu pemerintah kabupaten/kota dalam pengendalian perkembangbiakan nyamuk dan tikus,” kata Kepala KKP Kelas III Pangkalpinang dr. Bangun Cahyo Utomo di Pangkalpinang, Ahad.

Dikatakannya, saat ini alat pelindung diri (APD) Kelas III Pangkalpinang memiliki satu unit mobil pengendali vektor yang dilengkapi dengan alat pengendali vektor yaitu alat vogging, aspirator untuk menangkap nyamuk, fly grill untuk menghitung kepadatan lalat dan disinfeksi,
indukan nyamuk, lalat dan tikus,​​​​​.

“Kami sudah menyiapkan tim untuk melayani permintaan masyarakat untuk membasmi jentik, sarang nyamuk, lalat dan tikus, KKP Kelas III Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengerahkan mobil vektor control untuk membasmi nyamuk dan tikus, guna membantu pemerintah daerah dalam menangani penyakit berbasis lingkungan itu," katanya.

Menurutnya, sebelum adanya mobil pengendali vektor ini, pihaknya sudah turun bersama tim pemetaan dan tim vektor untuk melakukan pengawasan pengendalian vektor.

"Kami mengambil gambar dan memetakan kejadian tersebut sehingga kami dapat melihat faktor risiko tempat perlindungan vektor," kata Bangun Cahyo ​​​​​​Utomo.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel, dr Andri Nurito, mengapresiasi Kementerian Kesehatan dan Kemenko PMK yang telah membantu pemerintah daerah dalam pengendalian perkembangbiakan nyamuk di musim hujan ini.


“Saat musim hujan, nyamuk berkembang biak cukup tinggi sehingga dapat memicu berbagai penyakit seperti demam berdarah, malaria, kaki gajah dan lain-lain,” ujarnya.
control ini, pihaknya sudah turun bersama dengan tim mapping dan tim vektor melakukan surveilans pengendalian vektor. jentiknya dan mapping kejadiannya sehingga faktor-faktor risiko tempat perlindungan vektor bisa kita lihat," katanya.

Ia mengapresiasi KKP ikut membantu pemerintah daerah dalam mengendalikan perkembangbiakan nyamuk selama musim hujan ini.

"Perkembangbiakan nyamuk cukup tinggi, sehingga dapat memicu berbagai penyakit seperti DBD, malaria, kaki gajah dan lainnya," ujarnya.

Menurutnya, dalam mencegah dan menekan penyakit akibat gigitan nyamuk, pihaknya lebih fokus pada kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat untuk lebih meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Kita lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat, agar mereka tahu jenis nyamuk apa saja yang bisa menularkan penyakit malaria, demam berdarah, chikungunya, kaki gajah dan lain-lain,” demikian Andri Nurito.

Baca juga: Anggota: Pencegahan demam berdarah di masa pandemi dengan mengurangi vektor nyamuk

Baca juga: Petani dan TNI di Tulungagung disebut “gropyokan” untuk membasmi hama tikus

Baca juga: Burung Hantu Digunakan oleh Perusahaan Hortikultura untuk Membasmi Tikus

Baca juga: DKI Jakarta membuat aturan khusus untuk pembasmian tikus