Basuki beri wejangan untuk dua pedayung Indonesia di Olimpiade Tokyo

·Bacaan 2 menit

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Basuki Hadimuljono memberikan pesan kepada pedayung Indonesia Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri untuk tetap bersemangat dan fokus pada perlombaan di Olimpiade Tokyo.

Basuki optimistis mereka dapat meraih hasil terbaik, menyusul persiapan yang telah dilakukan termasuk menjalani serangkaian program latihan di Situ Cileunca, Pengalengan, Jawa Barat.

"Kerjakan yang terbaik hasilnya serahkan kepada Allah. Ini adalah kesempatan besar. Saya yakin mereka dapat memberikan yang terbaik, karena saya mengikuti mereka sejak SEA Games 2019 di Manila," kata Basuki dalam pelepasan Kontingen Indonesia kedua, Selasa malam, seperti dilansir situs resmi Kementerian PUPR.

Baca juga: Dayung Indonesia raih tiket Olimpiade Tokyo
Baca juga: Profil atlet Olimpiade: Mutiara-Melani, debut perdana pedayung muda

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu bisa tampil di Olimpiade merupakan prestasi membanggakan bagi kedua atlet.

"Dengan lolosnya dua pedayung putri di Olimpiade Tokyo, saya berharap mendapatkan prestasi yang baik. Tidak ada target, tapi kita ingin berusaha lebih baik karena meloloskan atlet di ajang Olimpiade tidaklah mudah." katanya menambahkan.

Mutiara dan Melani adalah dua atlet yang usianya masih relatif muda. Mutiara baru berusia 17 tahun, sementara Melani 22 tahun. Namun, pencapaian mereka dinilai luar biasa dengan tampil di Olimpiade Tokyo.

Mutiara dan Melani mendapatkan tiket Olimpiade Tokyo setelah mengikuti kualifikasi Olimpiade Zona Asia atau Asian & Oceania Continental Qualification Regatta di Sea Forest Waterway Jepang, awal Mei lalu.

Mereka finis posisi keempat dengan catatan waktu 7 menit 35,71 detik, sementara atlet tuan rumah Chiaki Tomita/Ayami Oishi tercatat finis tercepat dengan catatan waktu 7 menit 15,84 detik.

Adapun di urutan kedua dan ketiga masing-masing ditempati pasangan Vietnam Thi Thao Luong/Thi Hao Dinh (7 menit 17,34 detik) dan Zeinab Norouzi Tazeh Kand/Kimia Zarei dari Iran (7 menit 23,86 detik).

Baca juga: Persaingan sulit, Mutiara/Melani siap berjuang sekuat tenaga di Tokyo
Baca juga: Sofbol Jepang taklukkan Australia dalam pertandingan perdana Olimpiade
Baca juga: 15 pemimpin dunia akan hadiri upacara pembukaan Olimpiade Tokyo

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel