Batal Naik Kereta Api Akibat Banjir, Ada Waktu 30 Hari Refund Tiket 100 Persen

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dibatalkan seiring bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya. Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sedang melakukan proses perbaikan prasarana jalur rel yang terendam banjir.

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir dengan pembatalan perjalanan kereta api ini. VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (22/2/2021), mengatakan KAI akan mengembalikan 100 persen uang tiket bagi pelanggan yang perjalanannya telah dibatalkan.

"Pelanggan yang perjalanannya dibatalkan telah dihubungi oleh Contact Center KAI121 untuk diinfokan terkait pengembalian tiketnya," jelas Joni.

Dia memastikan jika KAI akan mengembalikan 100 persen uang tiket kereta api bagi pelanggan yang perjalanannya telah dibatalkan.

"Pembatalan dapat dilakukan di seluruh stasiun penjualan tiket KA Jarak Jauh/Lokal hingga 30 hari setelah tanggal keberangkatan," jelas dia.

Dia mengatakan saat ini, jalur Kereta Api (KA) antara Kedunggedeh - Lemahabang, Daop 1 Jakarta hingga Senin pagi masih dalam perbaikan oleh petugas di lapangan akibat pondasinya yang tergerus oleh banjir.

"Saat ini kondisi jalur masih belum aman untuk dilalui KA, sehingga perjalanan KA yang melalui jalur lintas Kedunggedeh - Lemahabang pada keberangkatan tanggal 22 Februari belum dapat dioperasikan," ujarnya.

Joni menyampaikan KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini petugas sedang berupaya semaksimal mungkin agar jalur KA antara Kedunggedeh - Lemahabang dapat segera dioperasikan kembali.

Untuk mempercepat proses perbaikan, lanjut dia, KAI telah menurunkan alat berat berupa mesin Profile Ballast Regulator yang berfungsi untuk mengembalikan pondasi jalur KA seperti semula.

42 Perjalanan

Kereta api jarak jauh saat menunggu keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (29/3/2020). PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta membatalkan 28 perjalanan Kereta Api keberangkatan jarak jauh mulai 1 April - 1 Mei 2020 dalam upaya memutus penyebaran virus corona. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Kereta api jarak jauh saat menunggu keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (29/3/2020). PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta membatalkan 28 perjalanan Kereta Api keberangkatan jarak jauh mulai 1 April - 1 Mei 2020 dalam upaya memutus penyebaran virus corona. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Adapun terdapat 42 perjalanan KA keberangkatan 22 Februari 2021 dengan rute dari dan menuju Jakarta sekitarnya yang dibatalkan perjalanan akibat banjir.

Info selengkapnya terkait perjalanan KA, Joni menambahkan, pelanggan dapat menghubungi Customer Service di Stasiun, Contact Center KAI melalui telepon di 021-121, WhatsApp KAI121 di 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, mengatakan khusus di area Daop 1 Jakarta dampak dari cuaca ekstrem terjadi di petak jalan antara Stasiun Kedunggedeh-Lemah Abang Km 55 +100 s.d KM 53+600 yang sempat terendam banjir pada Minggu 21 Feb 2021 dengan ketinggian air sampai dengan 150cm di atas Kop Rel.

Tidak hanya membuat jalur rel tergenang, banjir yang mengalir cukup deras juga mengakibatkan pondasi batu balas pada rel tergerus air, sehingga memerlukan waktu untuk proses perbaikan prasarana jalur rel.

Dengan mempertimbangkan keselamatan, kondisi jalur rel yang terdampak banjir belum dapat dilalui untuk perjalanan Kereta Api. Sehingga pada Senin, 22 Februari 2021 seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Keberangkatan Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen kembali dibatalkan.

"Secara total terdapat 15 KA yang dibatalkan dari area Daop 1 Jakarta. 7 KA dari Stasiun Pasar Senen dan 8 KA dari Stasiun Gambir," terangnya.

Selain pembatalan perjalanan Kereta Api Jarak Jauh, seluruh perjalanan KA Lokal relasi Cikarang - Purwakarta (PP) yang operasionalnya melintasi jalur tersebut juga dibatalkan.

"Sampai dengan saat ini, tim PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan upaya maksimal untuk memperbaiki prasarana yang terdampak banjir tersebut bekerja sama dengan berbagai pihak," ungkapnya.

Saksikan Video Ini