Batal Nikah dan Uang Jaminan Tak Kembali, Wanita Ngamuk Rusak Gaun Pengantin Seharga Rp 156 Juta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, China - Seorang wanita di China, baru-baru ini menjadi perbincangan viral di jejaring sosial. Bagaimana tidak, wanita itu marah dengan merobek dan menggunting gaun pengantin karena sebuah salon pengantin menolak mengembalikan uang deposit setelah pesanannya dibatalkan.

Pelanggan, yang tidak disebutkan namanya itu terekam tengah merobek gaun pengantin di salon pengantin di kota barat daya Chongqing, China, pada 9 Januari 2022.

Melansir dari India Times, Senin (17/1/2022), insiden di kota Jiangjin itu, terjadi setelah salon menolak mengembalikan uang jaminan wanita itu sebesar 550 dolar atau setara dengan Rp 79 juta yang telah dia setujui sebagai bagian dari paket pernikahan senilai 1.250 dolar atau Rp 17,9 juta tahun lalu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Merusak gaun dalam rak salon

Sebuah klip video, awalnya disiarkan oleh CQTV News tapi beredar di jejaring sosial China Weibo, menunjukkan pelanggan yang mengenakan masker dengan marah merusak gaun putih dalam rak.

Harga gaun-gaun yang dirusak senilai Rp 19,5 juta

Dalam video itu, orang yang merekam wanita itu terdengar mengatakan kepadanya bahwa setiap gaun berharga ribuan hingga puluhan ribu yuan Tiongkok.

“Pikirkan dnegan jernih. Gaun ini berharga beberapa ribu yuan,” kata orang yang merekam.

“Ribuan? Bahkan jika itu beberapa sepuluh ribu, tida apa-apa,” jawab wanita itu, sambil terus memotong gaun dengan gunting tanpa henti. “Panggil polisi.”

“Yang ini? Beberapa puluh ribu,” orang itu memperingatkan wanita itu saat dia memotong gaun pengantin tradisional Tiongkok, yang mewah bewarna merah dan emas. Jumlah 10.000 yuan Tiongkok setara dengan Rp 19,5 juta.

32 gaun rusak dengan total lebih dari Rp 156 juta

Menurut media lokal China Sohu, wanita itu telah membeli paket pernikahan pada April tahun lalu untuk pernikahannya yang dijadwalkan pada 5 Oktober 2021. Namun, pada Agustus lalu, dia meminta untuk menundanya sebelum membatalkannya sama sekali pada November.

Dia kemudian menuntut pengembalian dana penuh termasuk depositnya. Permintaannya tersebut pun ditolak.

Sebanyak 32 gaun pengantin dilaporkan dirusak oleh wanita itu, dengan total lebih dari Rp 156 juta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel