Batalion Zeni Tempur 19/YKN latihan jinakkan bahan peledak

Batalion Zeni Tempur 19/Yudha Karya Nyata (Yonzipur 19/YKN) Kodam XIII/Merdeka menggelar simulasi pengamanan VVIP untuk meningkatkan kemampuan prajurit menjinakkan bahan peledak di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu.

Asisten Operasi Kepala Staf Kodam XIII/Merdeka, Kolonel Infantri Sutrisno Pujiono, mengatakan, kegiatan ini untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit di dalam penanganan bahan peledak.

Baca juga: Yonzipur 8/SMG berbaur dengan masyarakat dengan bakar batu di Papua

"Kegiatan latihan ini sudah terjadwal dengan baik di kesatuan itu," katanya.

Ia bilang, melalui latihan itu diharapkan para personel tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara baik sewaktu-waktu dibutuhkan.

Komandan Batalion Zeni Tempur 19/YKN, Letnan Kolonel CZI Hanif Tupen, mengatakan, simulasi latihan itu termaktup dalam program meningkatkan kemampuan prajurit tentang penanganan bahan peledak.

Baca juga: Satuan Tugas Batalion Zeni Tempur-8/SMG bantu pemulihan Palu

Dalam UU Nomor 34/2004, dijelaskan bahwa tugas pokok TNI ada dua, yakni Operasi Militer Perang dan Operasi Militer Selain Perang.

"Yang kami lakukan adalah OMSP, dimana didalamnya salah satunya adalah mengatasi aksi terorisme ," katanya.

Dalam simulasi ini, kata Tupen, menceritakan di Hotel Sutan Raja, ada kegiatan VVIP setingkat kepala negara.

Baca juga: Pangdam IV Diponegoro lepas ratusan prajurit Yonzipur ke Kongo

Namun dalam pelaksanaannya, pihak manajemen hotel mendapatkan paket benda yang mencurigakan.

"Terkait dengan benda tersebut, pihak manajemen hotel memberikan laporan kepada kami. Komandan batalion langsung merespons dan sesuai prosedur melaporkan hal ini kepada panglima Kodam," kata dia.

Baca juga: TNI bantu selesaikan kontruksi jembatan Aceh Jaya

Setelah mendapatkan perintah dari panglima Kodam, kata dia, kami langsung menangani hal itu.

Tahapannya, Tim Jihandak Batalion Zeni Tempur 19/YKN kemudian mendatangi lokasi dan selanjutnya berkomunikasi dengan manajemen hotel.

"Selanjutnya memindahkan tamu hotel maupun karyawan. Setelah itu, tim mendeteksi di dalam hotel, di mana letak paket itu. Setelah memastikan paket itu bom, tim kemudian memindahkan benda itu," kata dia.

Benda itu lalu dibawa ke tempat yang aman kemudian dihancurkan. "Dalam kegiatan ini, kami menurunkan satu pleton atau sekitar 34 personel," kata dia.