Batalyon Tempur TNI Penumpas PARAKU Dikerahkan ke Perbatasan Malaysia

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan satu batalyon pasukan tempur untuk mengamankan perbatasan wilayah kedaulatan Republik Indonesia dengan Malaysia.

Dalam siaran resmi yang dilansir VIVA Militer, Selasa 18 Mei 2021, pasukan tempur yang dikerahkan TNI kali ini ke perbatasan Jiran adalah Batalyon Infanteri Mekanis reaksi cepat milik Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura, yakni Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti.

Batalyon tempur ini diberangkatkan hari ini dari markas mereka di Anjungan, Mempawah, Kalimantan Barat menuju perbatasan.

Yonif Mekanis 643/WS dikomandani Letnan Kolonel Inf Hendro Wicaksono. Batalyon ini akan melaksanakan operasi dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia untuk sektor barat.

Ada 450 prajurit TNI yang diberangkatkan. Upacara pelepasan pasukan menuju medan operasi dipimpin langsung oleh Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad.

Menurut Pangdam dalam amanatnya, bagi prajurit yang pernah melaksanakan tugas operasi, penugasan kali ini akan memberikan tambahan bekal pengalaman, serta hal-hal baru yang belum pernah dialami pada penugasan sebelumnya. Sedangkan bagi prajurit yang belum pernah melaksanakan tugas operasi, penugasan ini akan menjadi suatu pengalaman yang sangat berharga untuk menunjang karier sebagai prajurit.

"Yakinlah, bahwa latihan dan pembekalan yang sudah dilaksanakan tidak akan pernah sia-sia dan diharapkan dapat membuahkan hasil yang optimal, baik bagi prajurit sendiri maupun bagi kemampuan satuan saat melaksanakan tugas di lapangan," ujar Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad

Pasukan tempur Yonif Mekanis 643/WS dikerahkan mengamankan perbatasan untuk menggantikan pasukan Yonif 642/Kapuas. Yonif Mekanis 643/WS akan bertugas selama sembilan bulan ke depan di sektor barat perbatasan negara.

Perlu diketahui, Yonif Mekanis 643/WS bukan pasukan biasa, mereka menjadi salah satu andalan Kodam XII dalam melaksanakan tugas operasi. Sejak didirikan pada 30 Desember 1975, batalyon ini sudah pernah dikerahkan ke Timor-timur, Aceh, Papua, Maluku.

Batalyon ini juga dikerahkan dalam mengatasi kerusuhan SARA di Kalimantan Barat pada 1983, 1997 dan 1998. Batalyon ini juga menjadi andalan TNI saat melakukan penumpasan terhadap sisa-sisa pemberontak Pasukan Gerilya Rakyat Serawak/Partai Rakyat Kalimantan Utara (PGRS/PARAKU).

Baca: Militer Israel Bantai Muslim Palestina, TNI Jadi Korban Otak Soak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel